
PEKANBARU, GORIAU.COM - Harga tandan buah segar (TBS) minyak sawit mentah (CPO) Riau periode ke-39 mengalami penurunan sebesar Rp171,70 per kg, untuk umur 10 tahun ke atas. Penyebabnya berdasarkan faktor internal lebih akibat turunnya harga CPO dan harga kernel pada semua perusahaan sumber data.
Sekretaris Tim Pelaksana HTBS Kelapa Sawit Provinsi Riau, Rina Rosdiana, di Pekanbaru, sebagaimana dikutip goriaucom dari antarariaucom, Selasa (2/10/2012 menyebutkan, harga TBS dari PT Asian Agri mengalami penurunan harga CPO sebesar Rp858,73/kg, dan PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp680,91/kg. PT Sinar Mas mengalami penurunan sebesar Rp865,20.
Sementara itu PT Astra Agro Lestari dan PT Citra Riau Sarana tidak ada transaksi penjualan CPO dan kernel. ''Untuk harga kernel PT Sinar Mas mengalami penurunan sebesar Rp354,00 per kg,'' katanya.
Akan tetapi PT Asian Agri mengalami penurunan sebesar Rp339,27/kg, PT Astra Agro lestari mengalami penurunan sebesar Rp395,46 dan PT Citra Riau Sarana tidak ada transaksi penjualan kernel. ''Pengaruh faktor eksternal dipengaruhi oleh stok yang berlimpah, harga anjlok, harga minyak sawit mentah kian melandai,'' katanya.
Apalagi produksi crude palm oil (CPO) Malaysia yang terus meningkat memicu pelemahan harga CPO. Para analis memproyeksikan CPO akan tersungkur lebih rendah. Kontrak pengiriman CPO untuk desember 2012, Senin (1/10) pukul 15.20 WIB senilai RM 2.450 per ton. Harga Bursa derivatif Malaysia itu jatuh 3,77 persen daripada posisi penutupan akhir pekan lalu.
''Mengutip laporan ekonomi 2012-2013 yang disusun pemerintah Malaysia, proyeksi produksi di tahun 2013 sebanyak 18,9 juta ton, naik dari estimasi tahun 2012 yaitu 18,4 juta ton,'' katanya.
Peningkatan terjadi sering dengan peningkatan jumlah pohon kelapa sawit yang menghasilkan. Akibatnya persediaan minyak sawit di Malaysia pada Oktober, November dan Desember menumpuk. Bahkan proyeksi persediaan CPO akan mencapai 3 juta ton di Januari 2012.
Pengaruh Stok Kedelai Amerika
Sementara itu, pengamat komoditas, Wahyu Tribowo Laksono menjelaskan kenaikan stok kedelai di Amerika berimbas terhadap harga minyak sawit mentah atau CPO hingga mengakibatkan harga komditas non migas itu turun.
''Belum lagi ekonomi global masih melemah. Penyaluran stimulus di sejumlah negara memang memicu sentimen positif di pasar komoditas," katanya seperti dilansir Sekretaris Tim Pelaksana HTBS Kelapa Sawit Provinsi Riau, Rina Rosdiana, di Pekanbaru, Selasa.
Namun demikian, katanya lagi, faktor penawaran dan permintaan lebih dominan dalam menentukan harga CPO. Selain itu persediaan CPO dan komoditas substitusinya seperti jagung dan kedelai yang meningkat merupakan penyebab utama harga CPO terjun bebas.
Rina mengatakan, harga TBS CPO Riau periode ke 39 (3-9 Oktober 2012) mengalami penurunan sebesar Rp171,70 per kg, untuk umur 10 tahun ke atas. Hal ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal.
Penyebab faktor internal turunnya harga CPO dan harga kernel pada semua perusahaan sumber data dimana PT ASIAN Agri mengalami penurunan harga CPO sebesar Rp858,73/kg.
Selain itu PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp680,91/kg. PT Sinar Mas mengalami penurunan sebesar Rp865,20. Sementara itu PT Astra Agro Lestari dan PT Citra Riau Sarana tidak ada transaksi penjualan CPO dan kernel. Untuk harga kernel PT Sinar Mas mengalami penurunan sebesar Rp354,00 per kg.
Akan tetapi PT ASIAN Agri mengalami penurunan sebesar Rp339,27/kg, PT Astra Agro lestari mengalami penurunan sebesar Rp395,46 dan PT Citra Riau Sarana tidak ada transaksi penjualan kernel.
"Pengaruh faktor eksternal dipengaruhi oleh stok yang berlimpah, harga anjlok, harga minyak sawit mentah kian melandai," katanya.
Apalagi produksi crude palm oikl (CPO) Malaysia yang terus meningkat memicu pelemahan harga CPO. Para analis memproyeksikan CPO akan tersungkur lebih rendah.
Kontrak pengiriman CPO untuk desember 2012 Senin (1/10) pukul 15.20 WIB senilai RM 2.450 per ton. Harga Bursa derivatif Malaysia itu jatuh 3,77 persen daripada posisi penutupan akhir pekan lalu.
"Mengutip laporan ekonomi 2012-2013 yang disusun pemerintah Malaysia, proyeksi produksi di tahun 2013 sebanyak 18,9 juta ton , naik dari estimasi tahun 2012 yaitu 18,4 juta ton," katanya.
Peningkatan terjadi sering dengan peningkatan jumlah pohon kelapa sawit yang menghasilkan. Akibatnya persediaan minyak sawit di Malaysia pada Oktober, November dan Desember menumpuk. Bahkan proyeksi persediaan CPO akan mencapai 3 juta ton di Januari 2012. ***