SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Hanya dalam waktu 12 jam, tiga kebakaran terjadi di Siak, Riau. Kebakaran terjadi pada Kamis (22/8/2013) sekitar pukul 19.00 Wib, 21.00 Wib dan 06.45 Wib.
Kebakaran pertama terjadi di jalan Pertamina, Kecamatan Koto Gasib sekira pukul 19.00 Wib yang menimpa sebuah rumah. Penyebabnya diduga dari lampu teplok yang digunakan sebagai penerangan.
Kemudian pada pukul 21.00 wib, hutan kota Arwinas juga terbakar namun tidak diketahui penyebabnya dan pihak Damkar BPBD Siak berhasil menjinakkan api sekira pukul 22.00 Wib.
Setelah itu, kejadian kebakaran yang terjadi di perempatan ujung Jalan Sapta Taruna, Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak, yakni ruko milik Khadapi yang disewa Alimuzar.
Ka BPBD Siak Wan Abd Razak melalui Kabid Damkar Irwan Pryatna SSi mengatakan, pihaknya mendapat panggilan tentang musibah tersebut sekira pukul 06.45 wib dan langsung meluncur ke lokasi dengan kekuatan dua armada. ''Api dapat kita tanggulangi setelah kira-kira 30 menit,'' ujar Irwan kepada sejumlah wartawan, Jumat (23/8/2013) di Siak.
Diakui Irwan, saat kebakaran terjadi, pihaknya sedikit terlambat sampai lokasi, karena terjadi gangguan teknis pada armadanya, karena pada malam harinya armada blanbir tersebut baru saja dipakai memadamkan kebakaran lahan diareal hutan kota Arwinas yang juga berada di wilayah kelurahan Kampung Dalam kecamatan Siak.
''Kita akui sedikit terlambat, namun itu bukan disengaja tapi karena ada gangguan teknis pada armada yakni kepala accu patah sehingga terjadi tekor. Maklum pada malamnya armada tersebut juga dipakai memadamkan kebakaran diareal hutan kota Arwinas,'' jelas Irwan.
Irwan juga mengakui bahwa usia armada tersebut memang sudah tua. ''Armada ini luncuran tahun 2005 bahkan ada yang tahun 2002, jadi harap maklum kalau sering terjadi gangguan, ya walaupun kita tetap berupaya sebisanya untuk menanggulangi kerusakan-kerusakan tersebut. Seperti pada saat kejadian tadi, armada kita tersebut sedang diupayakan diperbaiki personil setelah dipakai memadamkan api di Arwinas dan belum lagi selesai, sudah terjadi lagi kebakaran, makanya sedikit terlambat,'' ujarnya.
Dalam setiap pemadaman, lanjut Irwan, agar maksimal, perlu minimal dua armada, yakni satu armada melakukan penyemprotan api dan satu lagi memompa air guna mensuplai air dari sumbernya ke tanki armada penyemprot api.
Bupati Siak langsung memberi bantuan kepada korban kebakaran untuk membantu meringankan korban kebakaran tersebut. (sks)