PEKANBARU, GORIAU.COM - Musim kemarau kering yang akan terjadi pada periode bulan Juli-September 2014, menjadi fokus perhatian Dinas Perkebunan Provinsi Riau. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Drs Zulher MS, meminta kepada seluruh pihak baik itu Disbun Kab/kota, Asosiasi Petani dan pengusaha untuk selalu waspada menghadapi bulan kemarau kering yang dapat memicu kebakaran terhadap lahan dan kebun.

Dia mengharapkan jalinan koordinasi seluruh pihak terus terjadi agar jika terjadi kebakaran dapat segera ditanggulangi. ''Kebakaran selama ini terus terjadi pada musim kemarau. Untuk itu saya berharap kepada seluruh stake holder bidang perkebunan untuk siap siaga dan berkoordinasi dengan petugas lapangan,'' ujar Zulher kepada wartawan, Senin (2/6/2014) siang.

Menurutnya, asosiasi seperti Aspekpir, Apkasindo, Gapki, Gapkindo memiliki akses kepada wilayah-wilayah yang berpotensi terjadinya kebakaran. Untuk kalangan pengusaha, dia menilai peran dari Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) turut berpengaruh terhadap pengawasan wilayah yang mereka kuasai.

Sedangkan untuk wilayah yang dikuasai oleh para petani baik swadaya dan plasma, maka dia sangat mengharapkan peran Dinas Perkebunan Kabupaten/Kota yang memiliki akses luas, karena selama ini Disbun kab/kota yang menguasai wilayah perkebunan dengan lebih rinci.

''Kami sifatnya berfungsi koordinator terhadap seluruh Disbun Kabupaten/kota. Maka kami harapkan koordinasi Disbun kabupaten/kota kepada kami dan juga dengan masyarakat petani terus terjalin. Jangan sampai koordinasi baru terjalin jika kebakaran telah meluas,'' tambah Zulher.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, beberapa waktu yang lalu kebun kelapa sawit yang berada di wilayah desa Sepahat Kecamatan Bukit Batu mengalami kebakaran. Namun untuk sekarang ini kebakaran tersebut telah dapat dikendalikan. (rls)