KAMPAR - Universitas Yatim ASEAN dibangun di atas lahan seluas 100 hektar dan lahan ini diwakafkan oleh H Hasyim Jamadi. Universitas ini terletak di Jalan Garuda Sakti kilomeer 12, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau dan dibangun oleh Yayasan Wakaf Anak Yatim dan Miskin (Yawatim) Provinsi Riau.

Untuk membangun universitas yang dikhususkan untuk anak yatim dan dhuafa, baik itu di Riau dan seluruh Indonesia, serta negara ASEAN, terkumpul anggaran awal sebanyak Rp13 miliar. Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi berkesempatan meletakan batu pertama pembangunan universitas dan mewakafkan uang sebesar Rp50 juta untuk membantu pembangunannya.

"Dengan adanya universitas ini anak yatim dan dhuafa bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas, sehingga menjadi sumber daya manusia (sdm) yang unggul," kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Sabtu (24/8/2019) usai peletakkan batu pertama.

Menurut Syamsuar, mendapatkan pendidikan merupakan hak semua anak di Indonesia. Melalui pendidikan, dapat meningkatkan harkat, martabat dan derajat anak yatim, serta anak dhuafa. Ilmu yang didapatkan menjadi bekal menyongsong masa depan.

"Lulusan dari universitas ini diharapkan mampu memberikan kontribusinya sebagai pegawai pemerintah, pegawai swasta, maupun berwirausaha. Semoga kita bisa membangun ekonomi syariah yang bisa menjadi kebanggaan masyarakat Riau dan Indonesia," ungkap Syamsuar.

Syamsuar berharap kepada wakif di Riau dan negara ASEAN, bisa berkontribusi mewakafkan uangnya untuk pembangunan universitas ini. "Semoga seluruh anak yatim piatu dan dhuaf di Asia Tenggara dan Indonesia dapat mengenyam pendidikan di sini," jelasnya.

Acara tersebut dihadiri Staf Ahli Memteri Agama Arab Saudi Abdul karim bin Awadh Assulami, Imam Besar Kerajaan Dr Abdulrahman Mohammed Amin, Presiden Forum Yawatim ASEAN Dato Prof Dr Tengku Mahmud Bin Mansor, dan Ketua Yawatim Riau Ahmad Chudori SE MSi, serta para wakif. ***