SELATPANJANG - Kisah heroik Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Sekar Meranti, Syafrizal, di Desa Anak Setatah, Rangsang Barat, Riau, menyita perhatian banyak pihak. Sekolah yang baru didirikan 2014 itu pun pernah dikunjungi Ketua LPA Indonesia Seto Mulyadi alias Kak Seto.

Tak hanya itu, rencananya, dalam waktu dekat orang nomor satu di Provinsi Riau, Arsyad Juliandi Rachman juga akan datang ke SLB Sekar Meranti. Kedatangan Andi Rachman, panggilan akrab Gubri, disampaikan langsung kepada Syafrizal tanggal 10 September 2017.

"Waktu saya dipanggil ke Pekanbaru, Pak Andi katanya akan ke SLB Sekar Meranti," kata Syafrizal kepada GoRiau.

Andi Rachman terharu dengar cerita perjuangan Syafrizal yang menjemput antar siswa menggunakan gerobak kayu. Andi pun berencana ke Meranti setelah Kak Seto dan LPA Provinsi Riau.

"Jadwal pastinya belum tahu. Tapi katanya setelah kedatangan Kak Seto," ujar Syafrizal lagi.

Syafrizal berharap, andai nantinya Gubri membuktikan apa yang disampaikan kemarin, penyambutan jangan diserahkan ke siswa kebanyakan. Anak-anak didik di SLB diharapkan bisa menyambut langsung Gubernur Riau itu. "Apapun keadaannya, biarlah anak kami yang menyambut langsung. Sebab, mereka ke sini (pejabat, red) ingin bertemu dengan siswa SLB," kata Syafrizal yang menyayangkan penyambutan Kak Seto bukan oleh siswa SLB.

Ketika disinggung terkait bantuan apa saja yang telah diterima SLB setelah direspon Gubri dan Ketua LPA Indonesia Kak Seto, Syafrizal mengatakan belum ada. Kak Seto hanya menyerahkan alat tulis dan berjanji melaporkan apa yang telah dilihat di SLB Sekar Meranti ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Sementara Andi Rachman mengatakan akan turun langsung ke SLB Sekar Meranti untuk selanjutnya membantu sesuai kebutuhan sekolah itu. "Pak Andi katanya mau lihat dulu apa saja kebutuhan SLB. Saat ini kita baru dibantu pihak TNI AL untuk membangun satu lokal," beber Syafrizal.

Di sekolah itu, ditambahkan Syafrizal juga, sangat serba kekurangan. Bangku sekolah tidak mampu menampung andai semua siswa terdaftar masuk kelas. Akibat kekurangan fasilitas, pihak SLB belum berani menyuruh siswa baru daftar datang ke sekolah. "Saya belum berani menyuruh siswa yang baru mendaftar masuk sekolah. Sebab bangku yang ada saja tidak cukup untuk digunakan siswa (lama, red)," pungkas Syafrizal. ***