
PEKANBARU - Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman akhirnya buka suara soal isu penyanderaan tujuh orang penyidik dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK) di Rokan Hulu, Riau. Orang nomor satu di Riau ini mengimbau seluruh elemen masyarakat, instansi pemerintah dan perusahaan agar saling memahami fungsi dan tugasnya masing-masing.
"Masyarakat dan perusahaan harus mendukung penuh pengawasan yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Ini semua yang dilakukan oleh pemerintah pasti untuk kebaikan masyarakat juga. Apa lagi mereka (penyidik KemenLHK) datang ke sana (Rohul) karena diberi tugas oleh atasannya (Menteri LHK)," ungkap Andi Rachman kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Minggu (4/9/2016).
Ia pun menegaskan, bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan dan penyidikan yang dilakukan pemerintah dengan mendatangi lokasi lahan yang terbakar tersebut sebenarnya sah-sah saja. Apa lagi, penyidik yang turun ke lapangan bertujuan untuk menjalankan tugas negara. Untuk itu, ia pun meminta seluruh masyarakat dan internal perusahaan yang terkait untuk sama-sama memahami.
"Sah-sah saja, tugas yang dijalankan itu kan diberi oleh atasannya. Kecuali, petugas tersebut nggak mendapat surat tugas dan pergi-pergi begitu aja. Perusahaan juga harus mengerti," tegasnya. ***