PEKANBARU - Jelang perayaan tahun baru imlek 2569 yang jatuh pada tanggal 16 Februari 2018 mendatang, berbagai persiapan sudah mulai dilakukan, dan bahkan pada awal Februari 2018 lalu, masyarakat suku tionghoa di Kota Pekanbaru, Riau sudah menggelar serangkaian kegiatan.

Selalu sama setiap tahunnya, tradisi masyarakat suku tionghoa di Kota Pekanbaru dalam merayakan tahun baru imlek dengan menggelar acara Imlek Bersama 2018 yang akan digelar tanggal 15 Februari hingga puncaknya pada tanggal 18 Februari 2018 mendatang.

"Kepanitiaan perayaan Imlek Bersama 2018 ini terbentuk dari berbagai ormas tionghoa, lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan atau sekolah yang ada di Kota Pekanbaru," kata Ketua Panitia Imlek Bersama 2018, Widjadi Nauli Basa saat menggelar jumpa pers, Selasa (6/2/2018).

Widjadi menuturkan, pada tahun 2018 ini tema perayaan Imlek Bersama 2018 pun masih sama dengan tahun sebelumnya, yaitu semangat bhinneka tunggal ika. "Bersama-sama kita bangun Indonesia yang sejahtera dan harmonis tanpa melihat perbedaan diantara kita semua," ucapnya.

"Sejak tanggal 1 Februari 2018 lalu, kita sudah menggelar berbagai kegiatan menjelang imlek, mulai dari lomba seni baca puisi, pidato, karaoke dan mengarang dalam bahasa mandarin untuk pelajar," paparnya.

Sementara itu, mendekati hari pergantian tahun baru imlek, akan digelar Bazar Imlek yang lokasinya di 'Chinatown-nya Pekanbaru, di sepanjang Jalan Karet, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru pada tanggal 8 Februari sampai tanggal 11 Februari 2018, mulai pukul 18.30 WIB hingga pukul 22.00 WIB setiap harinya.

"Pada Bazar Imlek ini akan disediakan sebanyak 30 hingga 40 stand yang nantinya akan diisi oleh berbagai produk UMKM dan juga sejumlah perusahaan kelas nasional seperti produk otomotif dan lainnya," kata Ketua Panitia Bazar Imlek, Doni B Bus.

Ditambahkan Doni, untuk mengikuti bazar ini para pemilik produk yang akan mengisi stand, cukup membayar biaya sosial seperti jasa kebersihan dan jasa bongkar pasang tenda. "Sedangkan untuk asongan atau UMKM menengah ke bawah bebas biaya, kita sediakan stand gratis," imbuhnya.

Terpisah, Ketua PSMTI Riau, Peng Suyoto mengungkapkan tema Imlek Bersama 2018, yaitu semangat bhinneka tunggal ika, karena pada tahun ini akan melibatkan berbagai forum antar etnis, diantaranya LAM Riau, IKB Riau, IKN Riau, dan suku Sunda Riau yang sudah dipastikan akan meramaikan acara bazar imlek.

"Puncak perayaan Imlek Bersama 2018 akan berlangsung di Hotel Furaya Pekanbaru, tanggal 18 Februari 2018. Kita menyediakan berbagai hiburan dan mendatang artis tionghoa dari ibukota dan juga lokal," ujar Peng Suyoto.

"Selain itu, kita juga mengundang unsur forkopimda dan juga menyiapkan atraksi barongsai dan naga, tarian INLA, nyanyian bersama tamu VIP, photo booth, pembagian angpao oleh Dewa Rejeki, Chai Sen Ya dan puluhan lucky draw," pungkasnya.***