SELATPANJANG, GORIAU.COM - Hingga saat ini, Kabupaten Kepulauan Meranti belum mendapat izin untuk memasok barang kebutuhan atau sembako dari Tanjungbalai Karimun dan Batam Kepulauan Riau. Akibat dari itu, harga sembako di Kota Sagu kerapkali meroket.


Hal ini sebagaimana diakui Kepala DisperindagkopUKM Kepulauan Meranti Syamsuar Ramli. Kata Syamsuar, pihaknya telah sejak lama telah menyampaikan usulan ke Kementerian Perdagangan agar Kepulauan Meranti bisa memasok barang kebutuhan dari pelabuhan di Tanjungbalai Karimun maupun Batam, namun belum mendapat izin.
"Walaupun sudah berulang kali disampaikan, namun Meranti belum mendapatkan izin itu. Ini di luar wewenang daerah karena berada di tangan menteri. Tapi yang jelas pemerintah daerah pasti akan terus berbuat untuk membantu masyarakat," jawabnya.
Pengajuan DisperindagkopUKM agar Meranti bisa memasok barang kebutuhan dari Kepri bukan tanpa alasan. Memasok barang dari Pekanbaru, kerapkali membuat harga kebutuhan pokok sering naik dan membuat masyarakat mengeluh. Syamsuar juga mengaku sering mendengar langsung keluhan pedagang, atas tingginya barang kebutuhan yang dijual dan menyebabkan banyak pembeli enggan berbelanja. Kalaupun ada hanya sedikit atau mengurangi apa yang dibeli.
Sebelumnya, Haji Dodon, salah seorang pedagang sembako dan sayur di Kota Selatpanjang mengatakan saat ini sejumlah barang-barang memang mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Alhasil masyarakat sebagai konsumen ikut terkena imbas. Katanya pula, hampir semua Sembako (sembilan bahan pokok) di pasar naik.
Dia mencontohkan, bawang merah yang biasanya hanya sekitar Rp 20 ribu perkilogram, sekarang naik menjadi Rp 40 ribu. Cabai merah juga kini naik menjadi Rp 45 ribu perkilogramnya. "Itu baru sebagian. Belum lagi barang lainnya," tutur Dodon.
Dia menyebutkan untuk jenis sayuran dan beras banyak didatangkan dari daerah di Sumatera Barat (Sumbar). Sedangkan sembako lainnya didatangkan dari Jawa dan Medan. Menurutnya jika sebagian barang diizinkan masuk dari Tanjungbalai Karimun maupun Batam pasti akan lebih menekan harga karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dan waktu relatif singkat.
"Kami minta semua unsur pemerintah, baik Pemda, Beacukai, Karantina, Kepolisian dan semua yang terkait bisa duduk bersama mencarikan solusi lau menyampaikan ke pemerintah pusat. Agar masyarakat bisa lebih terbantu," ucap lelaki yang sudah 30 tahun berdagang di Selatpanjang ini, Selasa (19/5/2015) lalu.***