DUMAI, GORIAU.COM - Pemerintah kota Dumai terpaksa menunda pengoperasian pelabuhan penumpang pada 2014 ini. Langkah tersebut terpaksa dilakukan menyusul kerusakan parah di dermaga pada bagian sisi laut.

Niat baik Pemerintah Kota Dumai untuk meresmikan Pelabuhan yang dibangun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan RI bulan ini tertunda. Penundaan itu bukan karena fasilitasnya kurang, melainkan karena kondisi bangunan dermaga sisi laut mengalami kerusakan cukup parah dan butuh perbaikan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai Taufik kepada GoRiau.com Jumat (24/1/2014) mengatakan, Pelabuhan milik Pemko Dumai yang berada di Kecamatan Dumai Barat itu belum bisa diresmikan sebelum adanya perbaikan dermaga sisi laut. Kerusakan dermaga sisi laut itu kata dia, pihaknya sudah melayangkan surat kepada Dirjen Perhubungan RI untuk segera dilakukan perbaikan.

"Fungsional pelabuhan penumpang milik Pemko Dumai terkendala akibat rusaknya dermaga sisi laut. Kita sudah meminta pihak Kemenhub RI agar segera memperbaikinya agar fungsional pelabuhan penumpang dapat terlaksana dalam waktu dekat. Untuk perbaikan dermaga sisi laut itu, kita minta pemerintah pusat menganggarkan pada APBD 2014," ungkapnya.

Dikatakan dia, belum lama ini Dishub Dumai melaksanakan rapat koordinasi bersama pihak terkait seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Dumai, pihak Imigrasi, Bea dan Cukai serta pihak terkait lainnya yang dipimpin Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau di ruang rapat Dishub Dumai membahas rencana pengoperasionalan Pelabuhan Penumpang Pemko Dumai.

"Selain menyurati Kemenhub RI, dalam rapat koordinasi dihadapan peserta rapat juga kita sampaikan kondisi dermaga sisi laut terutama menyampaikannya kepada kepala KSOP Kota Dumai sebagai perwakilan Dirjen Perhubungan RI di Kota Dumai tentang kerusakan parah tersebut. Dengan kerusakan itu, saya mengharapkan agar secepatnya diperbaiki," harapnya.

Pada kesempatan sebelumnya, Dinas Perhubungan bersama instansi terkait melakukan survei ke lapangan, kondisi dermaga sisi laut sangat memprihatinkan dan belum layak dioperasionalkan. Tidak itu saja, pihaknya akan membuat surat undangan kepada Menteri Perhubungan RI yang di teken Walikota Dumai Khairul Anwar untuk melihat kondisi pelabuhan penumpang bantuan Pusat tersebut.

Sebelumnya terminal penumpang AgrobisnisTPI Purnama Dumai ditargetkan rampung akhir tahun 2013. Oleh karenanya, Pemko Dumai kembali mengalokasikan pembangunan kesiapan terminal Rp5,4 milyar dalam APBD murni 2013 lalu.

Pembangunan dermaga dengan sumber dana murni berasal dari anggaran APBN itu telah rampung seratus persen dan pertama kali telah diresmikan sekaligus difungsikan untuk kegiatan Hari Nusantara pada 2011 lalu.

Saat ini terdapat dua proyek pembangunan fisik sisi darat pelabuhan penumpang yang tengah digesa Pemko Dumai diantaranya proyek pembangunan terminal penumpang dan proyek pembangunan kantor perwakilan instansi terkait.

Pembangunan terminal penumpang bersumber dari anggaran APBD kota Dumai tahun 2013 senilai Rp5,4 miliar sedangkan pembangunan kantor perwakilan seperti kantor Bea Cukai, Imigrasi, KSOP dan lainnya merupakan bantuan APBN 2013 dengan nilai pagu sebesar Rp3 miliar.

Terdapat beberapa sumber penerimaan yang bakal menjadi sumber PAD kota Dumai diantaranya pass masuk pelabuhan, parkir kendaraan serta retribusi kendaraan yang menginap serta sewa tempat untuk penumpukan material.

Disamping sumber PAD baru, penyiapan terminal merupakan bagian dari optimalisasi pelayanan publik karena bukan saja untuk penumpang pelabuhan umum tapi difungsikan sejalan dengan pelayanan penumpang RoRo Dumai-Tanjung Kapal, Rupat.

Meski pengerjaan pembangunan dermaga pelabuhan penumpang sudah rampung sejak akhir 2011 lalu, namun pelabuhan internasional dan antar pulau milik Pemerintah Kota Dumai itu belum bisa difungsikan.

Pemko Dumai masih mengejar target pembangunan sarana dan prasarana pendukung seperti terminal penumpang, perkantoran dan parkir. Rencananya, fasilitas pelengkap pelabuhan yang terletak di kawasan Terminal Agro Bisnis, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat itu, akan segera diresmikan pada tahun ini.

Pemko telah menganggarkan sebesar Rp. 2.5 miliar dalam APBD 2012 untuk pembangunan sisi darat pelabuhan. Untuk pembangunan sisi darat seperti terminal dan perkantoran, dibutuhkan anggaran Rp16 Miliar. Kekurangan itu, mendapat sokongan dana dari APBD Provinsi Riau sebesar Rp4.5 miliar.

Sejak 2008 lalu, Pemerintah Pusat mengucurkan dana APBN sebesar Rp75 miliar khusus untuk pembangunan dermaga pelabuhan penumpang saja. Proyek tiga tahun jamak itu rampung 100 persen pada November 2011. Pelabuhan penumpang itu dioperasionalkan untuk melayani penyebrangan internasional Dumai-Malaysia, antar pulau dan penyebrangan RoRo.

Selama ini, pelabuhan penumpang internasional dan antarpulau menjadi pelayanan utama PT Pelindo Cabang Dumai. Letaknya berderet dengan pelabuhan barang, yaitu di Jalan Datuk Laksamana. Di pelabuhan tersebut membuka pelayanan Dumai-Malaka, Dumai-Port Klang dan Dumai-Port Dickson.

Dari data yang dikeluarkan PT Pelindo, aktivitas penumpang selalu mengalami kenaikan. Tahun 2010, penumpang internasional yang naik maupun turun sekitar 551.275 orang. Sementara tahun 2011, jumlah penumpang lebih meningkat sebanyak 1.024.973.

Sejak tahun 2012 lalu. Dari pelabuhan yang dikelola PT Pelindo itu, Pemko Dumai mendapatkan sumber pendapatan dari pass pelabuhan dan jasa tiket, tahun 2011 lalu nilainya capai Rp.1.7 Miliar.(egy)