ALLAH SWT – memberikan hidayah kepada hamba yang dipilih-Nya melalui beragam cara. Seperti yang dialami gadis asal China ini, yang memutuskan menjadi mualaf setelah berteman baik dengan pemuda asal Indonesia saat sekolah di Jerman.

Dikutip dari Okezone.com yang melansir dari kanal YouTube Ngaji Cerdas, wanita yang memilih nama Fatimah setelah menjadi Muslimah itu mengaku baru mengenal Islam sejak tinggal dan mengenyam pendidikan di Jerman, setelah bertemu Yudha, pria Muslim asal Indonesia.

Keterbatasan bahasa ketika pertama kali menginjakkan kaki di Jerman membuat Fatimah tidak memiliki banyak teman. Namun, Yudha jutsru bersikap sangat baik kepadanya.

Kedekatan itu lambat laun memperkenalkan Fatimah pada agama yang dianut Yudha. Pertanyaan demi pertanyaan seputar Islam sering dilontarkan Fatimah kepada Yudha. Yudha pun memberikan jawaban yang membuat Fatimah menjadi yakin bahwa Islam adalah agama yang benar.

Hingga akhirnya Fatimah mantap memeluk Islam dan berhijab. Fatimah dan Yudha kini telah menikah dan menjalani hidup bahagia di Indonesia.

Setelah tinggal di Indonesia, Fatimah mencoba mendirikan restoran halal China bernama Long Feng Tang.

Awal mendirikan usaha tersebut, Fatimah khawatir tidak akan ada pelanggan yang berkunjung.

''Saya enggak kepikiran bisa menjalankan ini. Saya bilang ke Yudha (suami): Ya sudah yang penting ada uang masuk selama satu bulan untuk anak sudah cukup,'' ujar Fatimah, dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas, Jumay (3/6/2022).k

Ia sadar betul tidak ada yang bisa dilakukan selain berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Fatimah yakin pertolongan Allah Ta'ala akan datang dan mempermudah bisnis yang dijalaninya.

''Dulu pas bikin restoran kan awal-awal shalat, waktu itu bingung, bagaimana caranya customer datang. Tapi berdoa terus, Alhamdulillah,'' lanjutnya. 

Dari keyakinan Fatimah terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala, titik terang pun mulai muncul. Entah bagaimana, ada beberapa stasiun televisi yang tertarik meliput restoran masakan Chinese halal milik Fatimah.

''Waktu sudah buka dua bulan tiba-tiba sempat diliput. Kaget, kenapa kok ngeliputnya ke kita, bukan restoran lain? Kami kan baru buka, belum ada sejarahnya, tapi kok bisa sih diliputnya ke kami?'' kata Fatimah dalam bahasa Jerman yang kemudian diterjemahkan oleh sang suami.

Fatimah menganggap semua ini adalah jawaban dari doa-doanya kepada Allah Subhanau wa ta'ala. Menurut dia, Allah Ta'ala-lah yang menggerakan hati pihak-pihak stasiun televisi untuk mampir dan meliput Restoran Long Feng Tang.

''Karena kalau tanya ke teman atau keluarga enggak ada yang kerja di lingkungan TV (untuk promosi) atau di mana. Siapa yang bisa bantu? Ya hanya Allah,'' tuturnya.

Selama menceritakan kisah itu, Fatimah tidak henti-hentinya tersenyum dan terus merasa bersyukur. Rasa terima kasihnya begitu besar kepada Allah Subhanahu wa ta'ala lantaran telah mendengar doanya dalam waktu yang terbilang singkat.***