
PEKANBARU – Kota Bagansiapiapi di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali ramai dengan keriuhan festival Bakar Tongkang, yang berlangsung dari 2 hingga 4 Juli 2023. Setelah absen selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19, event yang dipenuhi tradisi dan kesenian ini akhirnya mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara untuk datang dan menyaksikan langsung.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat, menyampaikan bahwa animo para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, terhadap festival ini begitu besar.
"Saat ini para wisatawan lokal maupun dari berbagai macam negara sudah ramai yang datang di Bagansiapiapi, Rohil untuk melihat Bakar Tongkang," kata Roni Rakhmat, Ahad (2/7/2023).
Menjelang puncak festival Bakar Tongkang, ratusan penginapan dan hotel di Kota Bagansiapiapi dipadati oleh pengunjung.
"Jadi cukup ramai wisatawan yang datang yang ingin menyaksikan Bakar Tongkang, karena iven sempat ditunda tiga tahun akibat Covid-19. Ini dilihat semua hotel dan penginapan di Bagansiapiapi sudah penuh," ungkap Roni.
Persiapan festival Bakar Tongkang pun telah matang. Menurut Roni, laporan panitia menunjukkan kapal yang akan digunakan dalam ritual ini telah siap.
"Persiapan Bakar Tongkang sudah siap, kapal sudah disiapkan panitia dari Yayasan Thionghoa. Namun saat ini jelang hari H mereka menggelar ritual budaya," jelasnya.
Untuk menambah semarak festival, Dinas Pariwisata Provinsi Riau juga menggelar acara Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) dengan tema "Kemilau Bagan". Festival ini diadakan di Jalan Merdeka, Kota Bagansiapiapi, Rohil, pada 1-3 Juli 2023.
"Sejumlah pelaku ekraf sub sektor seni pertunjukan ikut meramaikan acara ini. Sehingga para wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh khas Riau dan Bagansiapiapi ada semua di sana," tambah Roni.
Selain itu pada Iven Bakar Tongkang juga digelar acara seni, Dispar Riau juga menggelar bazar ekraf sampai forum workshop.
Pada hari pertama, atraksi seni pertunjukan Anak Band Bagan, Sri Bintan Art Tradisi, Stand Up Comedy, Senandung Rokan Band, Sanggar Tari Sri Kemuning, Taruna Nada Legendaris.
Kemudian, pada hari kedua manampilkan, Syahrul Acoustic, Qasidah Lestari, Sanggar Sri Jasmin, Sanggar Smanda, Tari Tradisi Zapin Bagan, Sanggar Tuah Sabah, Tutty Frutty Band.
Lalu hari ke tiga yang merupakan hari puncak Bakar Tongkang, ada Kopak Musik Tradisi, Askara Band, Sanggar Bulan Biru, Sanggar Jaya Sri Bestari, Super Market Band, Sanggar Sri Melayu, Omak Band. ***