PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Empat petak rumah kontrakan milik Suli, warga Lapangan Bola, RT 03 RW 03, Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, ludes dilalap api hanya dalam 30 menit saja. Diduga percikan api berasal dari meteran listrik.

Sebagian barang dalam empat petak rumah itu tak berhasil diselamatkan. Kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung dalam peristiwa itu tak ada korban jiwa."Saat pertama kali melihat api mengepul yang berasal dari plafon rumah. Kemudian saya berusaha menyelamatkan barang-barang, sejurus kemudian barulah tetangga berdatangan dan 20 menit api menjilat, mobil pemadam kebakaran baru datang," cerita Riki, salah seorang penghuni rumah petak, Minggu (26/1/2014).Sambung Riki, tak banyak barang yang berhasil diselamatkan olehnya, begitu juga 3 petak rumah lainnya. Pasalnya, api begitu cepat meludeskan bangunan yang terbuat dari kayu itu. Begitu juga Damkar yang telah siaga di Kantor Camat Pangkalan Kuras, kesulitan mencapai lokasi yang dipadati rumah penduduk."Alhasil 30 menit kemudian baru api bisa dijinakkan, hanya saja rumah petak beserta barang-barang telah ludes. Api sangat cepat membakar rumah yang terbuat dari dinding papan. Karena mobil damkar kesulitan mencapai lokasi kejadian, karena berada di pemukiman padat penduduk," bebernya.Sementara, Khairun Ketua RT 03 Lapangan Bola, didampingi Rozi, pemilik rumah kontrakan 4 pintu mengatakan jika ditaksir kerugian mencapai ratusan juta rupiah.Menurut Rozi, rumah tersebut di tempati oleh dua orang warga, sementara dua petak lagi tidak berpenghuni, namun barang-barangnya masih berada di dalam rumah."Rumah petak itu milik ayah saya, Suli, disewakan kepada warga. Saat kejadian, hanya dua petak yang dihuni, sementara dua petak lagi hanya ada barang-barang milik penghuninya yang sedang beraktivitas. Bila ditafsir kerugian bangunan rumah dan barang-barang milik penghuni sedikitnya mencapai Rp250 juta," beber Rozi.Dari informasi yang dihimpun, diduga api berasal dari hubungan arus pendek listrik.(rkn)