DURI - Sosok Putra, warga Duri bertempat tinggal di Jalan Karang Anyar, Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Bengkalis, Riau yang kondisinya kian memprihatinkan, saat ini menjadi menjadi sorotan bagi sejumlah komunitas yang ada di Duri.

Salah satu akun instagram hijaberscommunity_duri, HCD PEDULI PUTRA mengunggah foto kondisi Putra yang terbaring lemah tak berdaya, dengan kondisi tubuh kurus yang tinggal kulit pembalut tulang.

Dari keterangan Lulu, sebagai Ketua HCD ini, Putra adalah remaja yang harusnya aktif dibangku kuliah bersama teman-teman sebayanya ini mendadak sakit sekitar pertengahan Juli 2016 lalu, pasca mudik lebaran dari Sumatera Barat.

Setelah mendapat perawatan medis, dan kondisinya dinyatakan sudah membaik, Putra kembali ke rumah. Namun seiring berjalannya waktu, perubahan fisik mulai terlihat. Badannya yang semakin hari semakin lemah dan kurus, hingga saat ini beratnya hanya 25 kilogram. Bahkan Putra kini tidak dapat lagi berjalan dan duduk sendiri.

"Menurut cerita ayahnya, Putra ini dulunya perokok berat. Saat dibawa ke Rumah Sakit, dia diagnosa mengidap penyakit radang paru-paru. Saat kami membesuknya, dia hanya diam dan sesekali terbatuk," ungkap Lulu saat memberikan bantuan untuk biaya pengobatan Putra.

Mirisnya lagi, dibonceng oleh ayahnya dan dipangku abangnya, secara berkala Putra masih terus bolak balik ke RSUD Duri untuk mendapat perawatan dan obat dengan memanfaatkan kartu Jamkesmasda.

"Terlepas, masih bisa atau tidak anaknya tumbuh sehat dan normal seperti dulu lagi, orangtuanya terus saja berupaya membawa anaknya berobat ke RSUD. Ketika ayahnya saja bisa optimis, kenapa kita tidak mendukung dan suport untuk membantu," ujar Lulu lagi kepada GoRiau.com.

Prihatin dengan kondisi Putra yang hanya dirawat oleh Ayahnya yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini, HCD melakukan penggalangan dana dengan mengunggah foto dan kondisi putra di media sosial. Dengan harapan menggerakan hati setiap orang yang melihat agar mendonasikan sedikit uangnya untuk pengobatan Putra.

"Selain radang paru-paru itu, ada luka besar pada paha Putra akibat dari bisul yang sebelumnya terus mengeluarkan cairan seperti nanah. Kini bisul itu mulai mengering. Hidupnya sangat sederhana, makanya kami mengajak masyarakat Duri dan sekitarnya ikut menyalurkan langsung kepada Putra," tutupnya.***