
PEKANBARU - Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda (AMP) Pekanbaru menggelar unjuk rasa di depan Kejati Riau, Rabu (13/12/2017) sore. Dalam aksinya, pendemo memberikan dukungan atas langkah hukum oleh Kejati Riau, yang telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka terkait Korupsi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Untuk itu pengunjuk rasa meminta supaya Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau agar terus melakukan pendalaman guna membongkar siapa aktor intelektual dalam Korupsi RTH. Pada kesempatannya, massa juga menyinggung nama Gubernur Riau, yang dinilai selaku penanggung jawab penuh pengelola APBD Riau.
Tak tanggung-tanggung, pendemo juga membawa spanduk berisi foto beberapa orang, termasuk Gubri serta tiga keluarganya, yang dijuduli mereka dengan 'Dugaan skema skandal Korupsi Dinasti Gubernur Riau'. Spanduk ini diletakkan massa di trotoar depan kantor Kejati Riau.
Selain itu disinggung juga soal peran salah seorang tersangka Korupsi RTH Tunjuk Ajar Integritas Pekanbaru berinisial IS, yang disebut-sebut pendemo sebagai saksi kunci dalam perkara ini, di mana dugaan mereka banyak menyimpan informasi.
"Dia itu (IS) selaku ketua Pokja, dia saksi ahli untuk mengungkap informasi dalam kasus RTH. Di APBD Riau menjadi ketua Pokja dipaket yang sangat luar biasa, satunya Jembatan Siak IV, pembuatan pipa di Rohil juga. Kita fokusnya pada RTH ini. Saya yakin, RTH saja bermasalah apalagi dipaket yang besar itu," jelas Dodi Sugiarto selaku koordinator umum aksi.
Dodi juga menyinggung soal dilaporkannya Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Sugeng Riyanta, pasca penetapan 18 orang tersangka ini. Dia memastikan, agar itu tidak berefek pada kelanjutan progres RTH. "Kami atas nama AMP sudah jelas mendukung Kejati Riau, jangan takut tekanan-tekanan," jawabnya diwawancarai GoRiau.com.
"Kita beri penghargaan terhadap Kejati Riau hari ini. Kita beri seribu tanda tangan keterwakilan dari beberapa elemen, lembaga, OKP dan sebagainya. Bahkan dua opsi yang kita tawarkan untuk Kejati Riau, pertama mengawal di Provinsi Riau dan surati Kejaksaan Agung untuk mengawal proses perkara ini," pungkasnya.
Setelah massa menyampaikan tuntutan aksi, perwakilan Kejati Riau pun menemui pengunjuk rasa untuk meyakinkan bahwa segala proses penanganan perkara, termasuk Korupsi RTH terus berlanjut dan diproses. Usai itu, mereka membubarkan diri dengan longmarch menuju Jalan Cut Nyak Dien. ***