PEKANBARU - Diduga lakukan kegiatan tambang tanah urug ilegal atau ilegal mining di wilayah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Ditreskrimsus Polda Riau akan periksa PT Batatsa Tunas Perkasa (BTP) dan PT Bahtera Bumi Melayu (BBM).

Demikian disampaikan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau, Kombe Pol Ferry Irawan, saat dikonfirmasi terkait dua perusahaan yang diduga melakukan tambang ilegal di Rohil.

Dua perusahaan itu ialah PT BTP dan PT BBM, keduanya diduga melakukan pertambangan ilegal untuk memasok tanah urug kebutuhan lokasi tapak sumur bor minyak PT Pertamina Hulu Rokan di Wilayah Kerja Migas Blok Rokan di Provinsi Riau.

“Akan kita cek. Semua kita proses (PT BTP dan BBM), namun kita akan lakukan pengecekan lokasi dan lainnya dulu nanti,” kata Ferry kepada GoRiau, Selasa (11/1/2022) siang.

Diduga, PT BTP dan PT BBM dalam melakukan kegiatan operasi pengurugan tanah, menggunakan Izin Usaha Pertambangan yang masih berstatus eksplorasi dan bukan berstatus operasi produksi.

Sebagaimana diketahui, Pasal 160 Undang Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Mineral dan Batubara menyatakan bahwa setiap orang yang mempunyai IUP pada tahap kegiatan eksplorasi tetapi melakukan kegiatan operasi produksi dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar. ***