PANGKALAN KERINCI -Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, Baharudin mengatakan, dari pengalaman 2021, Pemda Pelalawan banyak melaksanakan kegiatan lelang fisik pada Juni-Juli.

Akibatnya banyak proyek yang tidak selesai tepat waktu lantaran mempetnya waktu pekerjaan di lapangan.

"Hasil evaluasi gubernur sudah turun dan sudah ditetapkan di DPRD sebelum tahun baru. APBD 2022 sudah ditetapkan menjadi Perda," terang Baharudun, Selasa (11/1/2022).

Dengan sudah ditetapkannya APBD 2022, lanjut dia, Pemda Pelalawan diminta untuk segera melakukan lelang kegiatan proyek fisik.

"Jadi artinya sudah bisa ancang-ancang membuat dokumen pelelangan terhadap kegiatan yang sudah ditetapkan tahun anggaran 2022," imbaunya.

Diungkapkan Baharudin, dirinya kecewa terhadap kinerja yang ditunjukkan oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Kita cukup kecewa dengan kinerja yang ditunjukkan oleh beberapa dinas terkait progres pembangun APBD 2021, seperti proyek di kesehatan. Jadi kita tidak ingin tahun 2022 ini terulang lagi," ujarnya.

Politisi Golkar ini menegaskan, OPD diminta segera melakukan penyusunan dokumen dan pelelangan dari awal tahun ini. "Tentu dengan kontraktor yang betul-betul mempunyai standar yang bagus," tandasnya, kepada GoRiau.com.***