
PEKANBARU - Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Riau pada Kamis (9/11/2017) pagi tadi, sudah mengirimkan sample DNA keluarga dari Ardhie Nuraswan, Driver GoCar Pekanbaru yang hilang, serta tulang belulang yang ditemukan di daerah Kandis, Kabupaten Siak.
Hal itu dilakukan untuk mengetahui pasti, apakah tulang belulang manusia yang sudah tidak utuh tersebut merupakan jasad Ardhie Nuraswan, Driver GoCar yang hilang pada 22 Oktober 2017 lalu. Sebabnya, harus dilakukan uji terlebih dahulu.
Kasubbid Dokpol Biddokes Polda Riau Kompol Supriyanto mengungkapkan, sampling ini sudah dikirim pagi tadi ke laboratorium DNA Pusdokkes Mabes Polri. "Sudah pagi tadi. Kita tinggal menunggu hasilnya nanti, seperti apa," jawabnya berbincang dengan GoRiau.com.
Sementara ini, jasad yang sudah tidak utuh itu masih Mr X alias tanpa identitas, meski pihak keluarga yakin jika itu adalah jasad Ardhie. Alasannya, merujuk dari celana yang ditemukan pada tulang belulang ini, yang mirip dengan milik Driver GoJek tersebut.
Diberitakan sebelumnya, kerangka tersebut ditemukan di kebun sawit milik masyarakat di Jalan Lintas Pekanbaru - Duri, Kilometer 57 Kandis. Ada seutas tali nilon warna kuning sepanjang satu meter, sehelai celana levis warna biru dan kaos oblong serta pakaian dalam.
Saat ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan, melibatkan Polresta Pekanbaru, Polres Siak dan Polda Riau. Aparat berwajib juga tidak mau terburu-buru memastikan, apakah kerangka itu merupakan jasad Ardhie, sebelum hasil DNA ke luar.
Kasus hilangnya Driver GoCar ini mencuat setelah ramai diperbincangkan di mesia sosial. Lalu pada 23 Oktober 2017, keluarga resmi melapor ke polisi. Ternyata Ardhie diketahui menggunakan akun keluarganya, dan bukan Driver GoCar secara terdata. ***