RENGAT - Emosi ayah mana yang tak akan memuncak, saat mengetahui anak perawannya yang masih dibawah umur jadi korban pencabulan.

Jangankan menghantam pelaku, menebas batang leher pelaku sekalipun mungkin sanggup, apa lagi pelaku itu adalah keluarga dekat yang masih sedarah dengannya.

Itu lah yang dilakukan MS, ayah dari Bulan (bukan nama sebenarnya), warga Kelurahan Pangkalan Kasai, Kecamatan Seberida, Inhu, Riau, setelah mengetahui anaknya hendak dicabuli pelaku berinisial RDS.

Dengan disulut emosi yang memuncak, MS langsung mengejar RDS dengan sebilah parang tajam. Beruntung, RDS selamat dari maut setelah melarikan ke kantor polisi setempat.

Kejadian itu terungkap pada, Sabtu (2/12/2017) sekira pukul 00.30 WIB tengah malam kemaren. "Awalnya, RDS datang ke Mapolsek Seberida dengan wajah ketakutan, dan hendak melaporkan bahwa dirinya dikejar oleh MS dengan sebilah parang. Dan laporan tersebut tidak serta merta kita terima".

Demikian diungkapkan Kapolres Inhu AkBP Arif Bastari melalui Paur Humas Ipda Juraidi, menjawab GoRiau.com, Minggu (3/12/2017) via pesan elektroniknya.

Dikatakan Juraidi, saat berada di Mapolsek, RDS awalnya hendak melaporkan bahwa dirinya sedang dikejar dengan sebilah parang oleh MS. Namun, laporan pelaku itu tidak serta merta diterima pihak kepolisian.

Sandiwara pelaku terbongkar. Dari keterangan ayah korban, sekitar pukul 00.30 WIB dirinya mendengar jeritan dari kamar Bulan, begitu terbangun dirinya langsung menuju kamar untuk memastikan apa yang telah terjadi.

Saat itu pula, sambil menangis terisak-isak, Bulan mengaku telah dicabuli oleh pelaku. "Ada Uda (sebutan paman orang Batak), dia meraba-raba bagian intim saya, dan juga berusaha membuka celana saya. Sebut Bulan menceritakan kebejatan RDS pada MS," tutur Juraidi.

 Atas pengakuan anaknya itu, MS yang tengah disulut emosi sontak mencari dan mengejar RDS dengan parang. "Dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku langsung kita tahan untuk diperiksa secara hukum," pungkasnya.(Jef)