SIAK SRI INDRAPURA, - Meski pernyataan keras disampaikan Fraksi Demokrat Kebangkitan Pembangunan Sejaktera (FDKPS) terkait iven pariwisata menghambur-hamburkan uang rakyat, Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi menanggapi dengan santai.

Menurut Bupati, apa yang disampaikan Syamsurizal sebagai juru bicara fraksi DKPS itu, kenyataan yang sebenarnya tidak demikian. Sebab tolak ukur Pemkab Siak untuk mempromosikan destinasi wisata tidak bisa dinilai dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) saja.

"Tolak ukurnya tak bisa PAD saja, tapi lihat saja sekarang bagaimana dampak positifnya terhadap ekonomi masyarakat. Tentu masyarakat sangat merasakan dampak iven-iven olahraga wisata yang sudah kita laksanakan selama ini," kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Rabu (14/12/2017), usai menghadiri sidang paripurna dengan agenda pandangan fraksi-fraksi terhadap nota keuangan RAPBD Siak tahun 2017.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021 Kabupaten Siak, lanjut Syamsuar, bidang pariwisata merupakan salah satu sektor prioritas untuk dilaksanakan. Tentunya, upaya ini harus didukung dengan anggaran yang tidak sedikit.

"Kalau ada Dewan bilang iven-iven olahraga untuk menunjang pariwisata menghambur-hamburkan uang, tolak ukurnya tentu harus jelas. Tapi kenyataannya, kan bisa dilihat, kedai kopi, rumah makan dan usaha kreatif masyarakat tumbuh pesat," ujarnya.

"Saya contohkan Banyuwangi, untuk mempromosikan sektor wisatanya, mereka membutuhkan dana puluhan miliar setiap tahun. Dan sekarang kita bisa lihat, wisata Banyuwangi tumbuh pesat, ekonomi masyarakatnya juga bagus. Biasa saja pandangan Dewan itu, yang merasakan langsung dampaknya itu kan masyarakat. Nanti kita jawab di paripurna berikutnya," pungkas Syamsuar. *** #SIAK