BENGKALIS - Anggota Komisi III DPRD Bengkalis, H Azmi Rozali Fatwa dengan tegas mengatakan kalau dirinya dan mungkin sejumlah anggota DPRD Bengkalis lainnya, sudah hilang kepercayaan terhadap keberadaan BUMD PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) yang notabene merupakan perusahaan plat merah milik Pemkab Bengkalis.

''Sejak awal berdiri tahun 2002 lalu sampai sekarang, kondisi PT BLJ bukan semakin membaik, malah semakin terpuruk. Mereka sudah tidak memiliki unit bisnis yang produktif, karyawan yang diputus hubungan kerja (PHK) tidak dibayar pesangon sebagai dampak dari perbuatan melawan hukum yang dilakukan jajaran direksi dan komisarisnya. Kita sudah sulit untuk membangun kepercayaan lagi,'' tegas Azmi, Selasa (6/9/2016).

Dipaparkan, selaku anggota DPRD Bengkalis sejak tahun 2004, PT BLJ tidak lebih sebagai lumbung tempat menyedot setelah duit berpindah buku dari rekening Pemkab Bengkalis ke rekening perusahaan. Apalagi dalam lima tahun terakhir PT BLJ seperti dijadikan alat untuk menjarah APBD Bengkalis dalam skala besar uyntuk keuntungan sekelompok orang.

Lebih ekstrim lagi Azmi mengibaratkan PT BLJ itu sekarang ini kondisinya seperti kapal besar yang berlayar di tengah-di tengah samudera, tapi semua bagian kapal sudah bocor. Kapal semakin oleng dan tidak punya arah tujuan yang jelas mau dibawa berlayar kemana oleh manajemen yang tersisa sekarang.

''Karena kondisi kapalnya sudah sangat parah dan tidak mungkin ditambal ditengah lautan, saya hanya menyarankan sebaiknya kapal ini ditenggelamkan saja. Kemudian nahkoda dan seluruh anak buah kapal (ABK) tentu harus diselamatkan terlebih dahulu sebelum kapal ditenggelamkan, barulah kemudian diganti dengan kapal baru yang memadai,'' ujar Azmi memberi ilustrasi.

Wajar kemudian kalau proses hukum mendera tubuh perusahaan yang sudah menyedot APBD Bengkalis dengan angka ratusan milyar, tapi output-nya tidak ada sama sekali. Malahan terakhir dana penyertaan modal Rp 300 milyar tahun 2012 ludes disalahgunakan oleh jajaran direksi, bukan membangun PLTU dan PLTGU melainkan investasi bodong disejumlah sektor.

''Berat rasanya menumbuhkan kembali kepercayaan kepada PTBLJ dengan kondisi perusahaan itu sekarang. Manajemen bersama Pemkab Bengkalis harus secepatnya menuntaskan pesangon karyawan yang di-PHK. Kemudian baru PT BLJ dibubarkan dan diganti perusahaan baru dengan nahkoda baru yang handal, bukan mengangkat para pecundang di jajaran direksi seperti yang dilakukan lima tahun lalu,'' tukas politisi PKS ini.***