
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indrahiri Hilir menghimbau kepada masyarakat Tembilahan untuk tidak takut mengkonsumsi gorengan yang ada di Tembilahan sementara menunggu hasil laboraturium oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Riau.
''Sampai saat ini hasilnya belum keluar, artinya gorengan yang dijual di Tembilahan kita nilai masih boleh dikonsumsi, dengan catatan pembeli tetap harus selektif memilihnya,'' ujar Kepala Disperindag Inhil, Fahrolrozy kepada GoRiau.com, Sabtu (7/6/2014).
Sebelumnya dengan adanya dugaan bahwa adanya pedagang gorengan di Tembilahan yang mencampur minyak goreng dengan lilin dan plastik membuat Disperindag melakukan Sidak kepada 12 pedagang gorengan di Tembilahan dan sampel dari gorengan itu telah dikirim kepada BPOM Provinsi Riau.
''Meskipun mereka memakai zat berbahaya, setelah sidak kemarin kami yakin mereka tidak berani lagi menggunakannya, sementara ini kita tetap tunggu uji lab dari Provinsi,'' terangnya.
Sementara itu, salah satu pedagang gorengan di Tembilahan mengakui semenjak beredarnya gorengan menggunakan lilin dan pelastik tersebut membuat dagangannya mengalami penurunan pembeli.
''Sekarang orang takut makan gorengan, kerupuk yang biasa saya jual 2 hari habis, sudah 4 hari belum juga habis,'' ujarnya.
Ia juga berharap dengan adanya kejadian ini, para pedagang khususnya pedagang gorengan untuk menjadi pedagang yang jujur sehingga tidak merugikan orang lain. ''Jika begini, kita yang jualan dengan jujur tanpa menambahkan zat-zat berbahaya juga kena imbasnya,'' jelasnya. (ayu)