PEKANBARU – Kerusakan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang kerap dikeluhkan warga dipastikan bukan akibat kelalaian atau keterlambatan penanganan teknis dari pemerintah. Gangguan penerangan tersebut diduga kuat terjadi karena aksi sabotase oknum yang sengaja melakukan pengrusakan fasilitas publik.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru mendapati bukti adanya pemutusan aliran listrik secara sengaja di berbagai titik lampu jalan.

"Kami sudah sampaikan, ini bukan karena kami lambat memperbaiki. Tapi berulang kali terjadi ada oknum yang sengaja memutus aliran listrik PJU," tegas Pelaksana Tugas Kepala Dishub Pekanbaru, Masykur Tarmizi, Kamis (2/4/2026).

Tindakan pengrusakan ini tidak dibiarkan begitu saja oleh pihak berwenang. Beberapa kasus sabotase bahkan telah diproses secara hukum dan pelakunya dijerat dengan sanksi pidana. Ulah oknum tersebut dinilai sangat merugikan karena memicu pemborosan anggaran daerah yang sebetulnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.

"PJU ini bukan barang murah. Ketika kabel atau lampu dirusak, tentu butuh biaya besar untuk memperbaikinya," urainya.

Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menekan potensi vandalisme. Warga diminta ikut menjaga aset daerah dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar infrastruktur penerangan jalan.

"Ini fasilitas kita bersama. Kalau terus dirusak, yang dirugikan juga masyarakat," pungkasnya. ***