BANGKINANG - Seorang bocah tewas saat mandi di aliran sungai di Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar Riau. Diketahui bocah tersebut pelajar SD warga Tesso Timur Desa Gunung Sari.

Dari keterangan yang diterima GoRiau.com, Selasa (18/2/2020) dari Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Yulisman, bocah ini tewas setelah diseret arus.

"Kejadian ini bermula pada Senin siang kemarin sekira pukul 12.15 WIB. Yang mana saat itu Slamet selaku pengemudi bus sekolah milik PT. RAPP Tesso Timur yang membawa pelajar SD berhenti dipinggir jalan poros RAPP untuk mengganti ban mobil. Saat mengganti ban, para pelajar SD sebanyak 10 orang yang menumpang kendaraan tersebut turun dari bus, dan kemudian mandi di aliran anak sungai blok D dusun Sendang Sari Desa Gunung Sari yang tidak jauh dari posisi bus.

"Tidak berapa lama terdengar anak-anak SD tersebut berteriak dan minta tolong kepada warga, karena teman mereka Kelvin Waruhu (korban) hanyut dan tenggelam di aliran sungai," terang Kapolsek.

Saksi atas nama Indra Sakti yang kebetulan lewat disekitar TKP langsung turun ke sungai dan mencari korban. Tidak lama kemudian korban ditemukan dan langsung dibawa menuju Puskesmas Gunung Sahilan II yang berada di Desa Gunung Sari. Setelah diperiksa oleh tim medis Puskesmas, korban kemudian dinyatakan telah meninggal dunia.

"Dari hasil penyelidikan di TKP serta keterangan saksi-saksi yang kami himpun, diduga korban terseret arus sungai yang deras saat mandi dan kemudian tenggelam karena tidak bisa berenang," ungkap Kapolsek Kampar Kiri Kompol Yulisman ini.

Pada kesempatan ini, Yulisman selaku Kapolsek juga meminta pemerintah desa bersama Bhabinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi dan menghimbau agar anak-anak tidak mandi di aliran anak sungai apabila tidak didampingi orang tuanya.

Ia juga menyarankan untuk dipasang spanduk dan ditulis larangan bagi anak-anak untuk mandi di sungai tanpa didampingi orang tuanya. ***