
PEKANBARU, GORIAU.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, Tengku Edy Sabli mengatakan dipercepatnya jadwal pendaftaran bakal calon (Balon) Gubernur Riau (Gubri) sebenarnya lebih menguntungkan pasangan masing-masing calon. Karena, pasangan calon bisa lebih lama terlibat dalam pencermatan Daftar Pemilih Sementara (DPS).
"Kita sudah SK-kan percepatan jadwal yang dimajukan dua minggu dari jadwal semula," ujar Edy, Sabtu (11/5).
Sementara jadwal lama tertera pendaftaran dibuka tanggal 17-19 Juni 2013. Selain waktu lebih pendek juga menyempitkan waktu tim pasangan calon untuk mencermati jumlah daftar pemilih. Sedangkan jadwal hasil revisi yang sudah di SK-kan itu tertera pendaftaran Balon Gubri-Wagubri dimulai sejak 23-29 Mei 2013 ini.
"Alasan awal kita teknis saja, yakni untuk mengantisipasi gagalnya Pemilu. Karena kita ingin mencetak dan mendistribusikan surat suara. Kalau surat suara telat, Pemilu bisa gagal. Tidak sama dengan lembar jawaban ujian nasional, kalau logistik mereka telat masih bisa mereka ujian dengan jadwal menyusul. Kalau Pemilu mana mungkin jadwalnya ada yang menyusul," terang Edy.
Dikatakannya, surat suara bisa dicetak setelah nomor urut ditetapkan. Sebab, di surat suara selain gambar pasangan calon nomor urut juga harus jelas tertera dengan terang. Sedangkan penetapan nomor urut pada tanggal 30 Juni -2 Juli 2013 mendatang dan pengesahan Daftar Pemilih Sementara (DPS) sejak tanggal 27 Juni.
"Kalau kita pakai jadwal lama, pendaftaran17-19 Juni, otomatis hanya seminggu kesempatan pasangan calon mencermati DPS. Kalau dipercepat kan mereka punya waktu lebih tiga minggu," ujarnya.
Terkait keberatan partai terhadap percepatan ini, sebelumnya hanya pernah disampaikan secara lisan oleh Partai Demokrat. Sampai saat ini, Partai Demokrat pun tak pernah melayangkan keberatannya.
"Waktu itu, kita minta secara tertulis. Tetapi, sampai saat ini, belum ada keberatan secara tertulis. Waktu sosialisasi inipun, demokrat juga datang. Tapi mereka setuju kok. Kemudian kita dikatakan memasuki wilayah politik karena merevisi jadwal. Ini kan gak enak sekali bunyinya," tutup Edy.(kha)