SELATPANJANG - Niat Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, untuk menyerahkan bangunan Pasar Modern yang dibangun dekat Pelabuhan Tanjungharapan Selatpanjang tidak mendapat respon baik dari Dinas Pasar Kebersihan dan Pertamanan (DPKP). DPKP Meranti mengaku tak akan menerima bangunan itu karena dianggap belum layak untuk ditempati.



Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala DPKP Meranti Joko Surianto Slamat, ketika dikonfirmasi GoRiau, Minggu (15/11/2015), terkait rencana penyerahan bangunan Pasar Modern Meranti. Kata Joko, jika dengan kondisi sekarang, pihak DPKP Meranti tidak akan menerima bangunan yang dibangun di lahan Pelindo itu.

"Masih banyak kekurangan yang perlu dilengkapi di pasar modern itu. Kalau belum dilengkapi, kita belum bisa menerimanya," ujar Joko.

Diungkapkan Joko lagi, kekurangan di pasar modern yang siap dibangun tahun 2015 itu antara lain belum adanya tempat penyimpanan barang. Tidak adanya WC yang memadai, semenisasi jalan masuk dan keluar belum ada, serta beberapa fasilitas lain dinilai belum memadai untuk pedagang berjualan di sana.

"Kalau kondisi seperti sekarang, terserah mereka (Disperindag, red) menyerahkan ke siapa. Yang jelas, kita tidak akan menerimanya," ujar Joko.

Salah satu kendalanya andai bangunan itu diterima, kata Joko lagi, pedagang akan disibukkan dengan mengangkut barang datangan setiap pagi dan sore (akibat tidak adanya tempat penyimpanan barang). Selain itu, belum tersedianya air juga akan menyulitkan pedagang ikan dan daging.

"Lalu, limbahnya mau dialirkan kemana, sampai sekarang itu belum ada. Pasar fasilitasnya belum lengkap," kata Joko lagi.

Namun, selain dari fasilitas itu, hal yang paling penting, yang disampaikan Joko adalah status ganti rugi lahan tempat dibangunnya Pasar Modern tersebut. "Yang paling penting itu mengenai status lahan. Ini yang takkalah penting, tolong dudukkan dulu dengan Pelindo, itukan lahan Pelindo. Kalau memang sudah diganti rugi, mana buktinya," ujar Joko pula.

"Kita tidak ingin setelah diterima, Pasar Modern ini menuai banyak masalah," tambahnya. ***