SELATPANJANG, GORIAU.COM - Warga Dusun Karang Anyar Kecamatan Alahair Timur geger dengan cerita tuyul beberapa hari belakangan. Seorang warga yang dicurigai memiliki tuyul tersebut, DS (50) nyaris menjadi sasaran amukan warga setempat.

Cerita tuyul ini bermula ketika salah seorang warga setempat berinisial MY (30) mengalami kerasukan. Saat kerasukan itu lah, MY di luar kesadarannya menceritakan bahwa DS memiliki pesugihan dengan cara memelihara tuyul. Rupanya dari bualan MY yang merupakan istri YT (33) saat kerasukan itu, telah terdengar pula oleh warga sekitar. Merasa tidak aman dengan adanya warga yang diduga memiliki tuyul, akhirnya warga dengan jumlah yang banyak mendatangi terduga, dengan tujuan untuk mengusirnya agar keluar dari daerah itu.Beruntung waktu itu, lebih dari 30 aparat kepolisian yang terdiri dari personil Polres Kepulauan Meranti yang dibantu personil Polsek Tebingtinggi diketuai oleh Kabag Ops Polres Kepulauan Meranti, Kompol La Gomo AMd itu langsung mengamankan situasi tersebut. Dalam situasi yang memanas itu, aparat Kepolisian sempat berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat dan warga, sehingga bisa terselesaikan dengan cara musyawarah."Tadi malam kami berdialog dengan tokoh masyarakat dan warga setempat. Kita menyampaikan kepada mereka agar setiap permasalahan diselesaikan dengan musyawarah dan jangan main hakim sendiri, karena kita negara hukum dan jangan mudah terprovokasi," ujar Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, melalui Kabag Ops, Kompol La Gomo AMd, Jumat (5/12/2014).Perdamaian ini juga diakui oleh Plt Kepala Desa Alahair Timur, Amri Selamat. Kata Amri yang waktu itu didampingi Kepala Dusun Karang Anyar, Ariyoto, kedua belah pihak telah melakukan perdamaian. Selain itu, Amri juga mengimbau kepada warga agar tidak mudah jangan percaya dengan hal-hal mistik."Kita sangat berharap kepada warga jangan main hakim sendiri, karena kita punya undang-undang dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dan setiap permasalahan itu pasti ada jalan keluarnya, dan yang sangat penting jangan terlalu mempercayai mistik," harap kades.Turut hadir selain Kades Alahair Timur dan sejumlah stafnya pada mediasi perdamaian antara kedua belah pihak menuding dan tertuding itu juga dihadiri dari Polres Kepulauan Meranti, Kasatreskrim, AKP Antoni Lumban Gaol SH MH, Kasat Intelkam, AKP Imron B Burhanuddin, Kapolsek Tebingtinggi, AKP Ade Rukmayadi SH,  ketua LAMR Tebingtinggi, Saiful Ikram, dan sejumlah instansi terkait lainnya.(zal)