
SIAK SRI INDRAPURA, - Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran Sungai Siak oleh PT Indah Kiat Pulp and Paper (PT IKPP), Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak Eddy Irwan melakukan inspeksi mendadak ke pelabuhan perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara tersebut, Rabu (25/1/2017).
Kedatangan Eddy yang didampingi Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Ardayani, Kabid Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dedi Susanto, serta Kabid Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Ali Amran tersebut, untuk memastikan pencemaran akibat bongkar muat batu kapur di dermaga PT IKPP.
"Sidak ke dermaga PT IKPP guna memastikan terjadinya pencemaran di Sungai Siak. Setelah diamati, kita menegur keras pihak perusahaan agar mengawasi bongkar muat batu kapur ini, sehingga tidak jatuh ke Sungai Siak," kata Ardayani menjawab GoRiau.com.
Dijelaskannya, kedatangan rombongan Dinas Lingkungan Hidup ke pelabuhan PT IKPP diterima Mill Service Division Staff Adi Hartono, EPD Manager Syukron, EPD Staff Kamarudin serta beberapa anggota divisi lingkungan PT IKPP.
Sesuai laporan yang diterima dari masyarakat, kata Arda, batu kapur yang merupakan bahan campuran pembuatan lindi putih untuk memasak cip kayu pada proses pembuatan pulp, berjatuhan ke Sungai Siak.
"Kita juga mempertanyakan, apakah SOP bongkar muat sudah sesuai dengan praktek di lapangan. Selain itu ada juga keraguan kita, apakah pelaksana pengawas kegiatan dermaga sudah melakukan tugas dengan benar dan sungguh-sungguh," jelasnya.
Terkait persoalan itu, lanjut Arda, pihak perusahaan mengakui kelemahan ini. Mungkin hal tersebut sudah sering terjadi namun dianggap biasa saja, sehingga pelaksana pekerjaan di dermaga berpikir bahwa yang dilakukan tidak akan mengundang masalah.
"Padahal bagi perusahaan, bila banyak batu kapur itu jatuh ke sungai, tentu menimbulkan kerugian karena jumlah yang dibayar ke supplier tidak sesuai dengan volume yang diterima," jelas Arda.
Usai melakukan sidak, PT IKPP berjanji akan lebih memperketat pengawasan aktivitas bongkar muat dan memberikan teguran kepada anggotanya yang bertugas di dermaga untuk lebih berhati-hati.
"Selain petugas pengawas dermaga, perusahaan juga akan menempatkan anggota divisi lingkungan untuk ikut serta mengawasi saat ada kegiatan bongkar muat material, baik itu batu kapur, garam dan sebagainya. Kita berharap, dengan pengawasan ganda itu kejadian serupa tidak terulang kembali kedepannya," tutup Ardayani. *** #SIAK