
TELUKKUANTAN - Buruh yang tergabung dalam SPSI NIBA kembali melakukan unjuk rasa di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT GSL yang terletak di Lebuh Lurus Kecamatan Inuman, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Kamis (4/8/2016) siang. Akibatnya, PKS tersebut mengalami lumpuh total selama 7 jam.
Menurut Kapolres Kuansing, AKBP Dasuki Herlambang, SIk, MH, lumpuhnya PKS tersebut dikarenakan massa yang berjumlah sekitar 100 orang memblokir jalan masuk. "Mereka menggelar unjuk rasa di depan pintu masuk PKS," ujar Dasuki melalui Kasubag Humas, AKP G. Lumban Toruan.
Dalam orasinya, lanjut Lumban, SPSI NIBA menuntut agar perusahaan kembali mempekerjakan anggotanya. Sebab, buruh yang ada saat ini tidak tergabung dalam organisasi apa pun dan hanya dipegang oknum tertentu.
Sebelum ini, SPSI NIBA sudah menjalin kerjasama dengan PT GSL. Namun, dalam perjalanan terjadi insiden, dimana petinggi GSL sempat bentrok dengan buruh. Akibatnya, petinggi tersebut mengalami luka. Imbasnya, GSL langsung memutus secara sepihak hubungan kerja tersebut.
Melihat massa yang cukup ramai, Kapolres Kuansing bersama Kabag Ops Kompol Mahmudin serta Kasat Intel AKP Anton Rama Putra, SH melakukan negosiasi.
"Mereka kita mediasi, dimana perwakilan SPSI NIBA duduk satu meja dengan pihak perusahaan. Namun, mediasi ini tidak membuahkan hasil. Sehingga, perwakilan keluar menemui kawan-kawannya. Mediasi ini kita lakukan sekitar pukul 13.00 Wib," terang Lumban.
Massa tersebut tetap memagar jalan masuk ke PKS. Sehingga, mobil pengangkut CPO dan truk bermuatan TBS tidak bisa lewat.
Sekitar pukul 15.30 Wib, Kapolres kembali melakukan negosiasi agar demonstran mau membuka jalan. Dalam hal ini, Kapolres menyarankan agar SPSI NIBA mengadukan ke Panitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah (P4D).
"Jika tidak selesai di sana, Kapolres menyarankan agar SPSI NIBA membawa Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)," ujar Lumban.
Mendapat berbagai wejangan dari Kapolres, akhirnya sekitar pukul 16.00 Wib, massa membubarkan diri dan PKS kembali beroperasi seperti semula. ***