
SELATPANJANG - Beberapa tempat di Selatpanjang, Riau, kerapkali menjadi langganan banjir saat turun hujan. Warga pun beranggapan penyebabnya adalah tidak maksimalnya parit beton yang dibangun.
Sebagaimana disampaikan Sawal, salah seorang warga Pembangunan III Selatpanjang. Kata Sawal, saat ini tak sedikit parit-parit (beton) yang dibangun berukuran sangat kecil dan dangkal. "Coba saja lihat di beberapa jalan dan gang, parit yang dibangun kiri kanan jalan ukurannya sangat kecil dan dangkal," kata Sawal, Jumat (8/1/2016).
Akibat kecil dan dangkal ini, tambah Sawal, saat hujan turun, air itu tidak dialiri dengan maksimal. Sehingga, banjir menjadi langganan tetap di beberapa daerah.
Laki-laki bertubuh kekar itu pun merasa heran, karena hampir tiap tahun ada saja pembangunan parit kecil dangkal di beberapa tempat. Padahal, jelas-jelas parit yang dibangun tidak maksimal fungsinya.
"Harusnya dipetakan betul tali-tali air di Selatpanjang ini. Jadi saat musim hujan, tidak kebanjiran. Tapi tentu parit yang dibangun jangan kecil dan dangkal," kata Sawal lagi.
Pantauan GoRiau, memang banyak sekali terlihat parit-parit yang dibangun dengan ukuran kecil dan dangkal. Sedangkan parit berukuran besar hanya terdapat di Jalan Dorak. Meski dekat dengan laut, sering kali terjadi banjir saat musim penghujan. Air menggenangi halaman rumah warga, bahkan di beberapa titik air masuk ke dalam rumah. ***