
PEKANBARU, GORIAU.COM - Dalam usaha evaluasi bantuan dan pembinaan usaha perkebunan, Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan turun langsung meninjau penerima bantuan perkebunan tahun 2013 lalu. Ini dilakukan agar bantuan yang diberikan kepada petani telah diserap secara sempurna, tepat sasaran dan juga untuk melakukan evaluasi terhadap program bantuan perkebunan rakyat.
Informasi itu disampaikan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Drs Zulher MS, Senin (22/12/2013) di Pekanbaru. Menurutnya, langkah turun ke lapangan merupakan upaya yang dipandang efektif dalam melihat implementasi penerima bantuan perkebunan, baik karet, kelapa sawit maupun sektor perkebunan lainnya.
Disbun Riau langsung mengunjungi kebun karet dan kelapa sawit rakyat yang berada di Desa Kuntu Darussalam dan Desa Kuntu Kabupaten Kampar. Pada peninjauan kali ini, Zulher merasa senang ternyata bantuan tersebut sangat bagus. Untuk bantuan tahun 2013, Disbun Riau memberikan bantuan untuk di Desa Kuntu Darussalam seluas 11,5 hektar dan telah berbuah dompet hampir sebagian besar. Sedangkan di Desa Kuntu diberi bantuan peremajaan kebun karet rakyat seluas 50 hektar dengan ukuran batang pohon karet sebesar lengan remaja.
''Disbun Riau terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap semua bantuan yang diberikan. Dari hasil pengawasan ini akan kita jadikan rujukan untuk program selanjutnya. Biasanya yang kita evaluasi adalah kualitas bibit, pupuk, maupun proses seleksi CPCL petaninya,'' ujar Zulher.
Zulher juga menyatakan bahwa petani yang ada di Kuntu dan Kuntu Darussalam ini melaksanakan usaha perkebunan dengan baik dan berkualitas. Itu terbukti dengan telah berbuah dompet-nya kelapa sawit yang baru berumur 1 tahun dan ukuran batang karet yang jauh lebih besar dari ukuran biasanya. Dia menyebut, salah satu usaha petani itu yaitu dengan menanam tanaman sela seperti padi, pisang, ubi kayu, serai dan lainnya dan juga memagari kebunnya agar tidak dirusak binatang buas.
''Dengan tanaman sela, karet atau kelapa sawit itu akan terawat. Apalagi saya lihat kebunnya ada pagarnya. Dan, apa yang dilakukan oleh petani kuntu ini patut dicontoh oleh petani lainnya,'' ujar Zulher.
Selama meninjau kebun warga tersebut, Zulher melihat infrastruktur jalan dan drainase menuju lahan warga sangat buruk. Bahkan, katanya, mereka harus jalan kaki sejauh 2 kilometer mengitari jalan yang jauh agar sampai ke tujuan kebun tersebut.
''Kita berharap infrastruktur jalan dan drainase ini mendapat sentuhan dari pihak terkait lainnya. Jalan dan sumber air merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi petani,'' harap Zulher. (rls)