
PEKANBARU - Tewasnya siswa SMP Bukit Raya, DO (14), setelah berkelahi dengan siswa SMK Ibnu Taimiyah menimbulkan keprihatinan anggota DPRD Kota Pekanbaru, Marlis Kasim. Politisi PKB ini berharap kasus semacam ini tidak terjadi lagi di kemudian hari, bila penanaman moral kepada anak didik dilakukan secara baik.
"Saya sudah dapat info tadi seorang siswa SMP meninggal akibat berkelahi dengan siswa SMK Ibnu Taimiyah. Tapi itu di luar jam sekolah, kabarnya juga siswa ini meninggal setelah terjadi saat temannya melarikan ke rumah sakit. Namun kasus perkelahian ini buat kami prihatin," sampai Marlis Kasim, Jumat (30/9/2016).
Pada dasarnya, menurut Marlis, kejadian ini tidak bisa semata disalahkan pihak sekolah. Karena guru sebetulnya sudah mengimbau pada siswa untuk langsung pulang setelah usai bersekolah. "Namun ini kejadian di luar dari kemampuan sekolah memantau. Tapi saya juga berharap, pihak sekolah terus mengajar nilai moral pada siswa. Sehingga kejadian seperti ini tidak terulang," lanjut anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru ini.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh orang tua untuk terus memantau anak saat diluar sekolah. Karena pendidikan utama itu ada di tingkat keluarga. "Orang tua juga harus memberikan pengawasan, jangan hanya berharap dengan sekolah," pungkasnya.
Sebelumnya, DO, tewas setelah berkelahi dengan siswa SMK Ibnu Taimiyah (berita sebelumnya SMK Zamrad) di lapangan dekat Kantor Lurah Sail, Kecamatan Tenayan Raya. DO yang sudah luka-luka dilarikan seorang temannya ke rumah sakit dengan menggunakan sepeda motor. Namun saat itu ia dalam keadaan pingsan terjatuh dan meninggal dunia, siang tadi. ***