SELATPANJANG – Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau akan dijadikan sebagai Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Danposal Selatpanjang, Letda Laut (KH) Justine mengungkapkan bahwa Desa Alai akan dijadikan sebagai Kampung Bahari Nusantara yang bertujuan untuk mengembangkan potensi alam dan masyarakat pesisir pantai untuk dibangkitkan menjadi kampung yang tangguh dan mandiri.

"Kampung Bahari Nusantara ini adalah sinergitas untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat antara kesehatan, edukasi, ekonomi, pertahanan dan pariwisata," ujar Justine saat melaksanakan Karya Bakti Wilayah Perbatasan (Karbak Wiltas) di Desa Alai, Ahad (4/9/2022).

Dijelaskan Justine, untuk mewujudkan KBN tersebut tentunya tidak terlepas dukungan dari pemerintah daerah, seluruh forkopimda dan masyarakat pada khususnya.

"Yang jelas butuh kerjasama dari semua pihak agar apa yang kita inginkan bersama bisa terwujud," jelasnya.

Sementara itu, Kades Alai, Jonnedi menyambut baik program dari TNI Al untuk menjadikan desa yang dipimpinnya sebagai Kampung Bahari Nusantara.

"Kami dari Pemerintah Desa Alai menyambut baik program ini. Semoga dengan dijadikannya Desa Alai sebagai KBN kedepannya desa ini akan lebih baik," ujar Jonnedi, Senin (5/9/2022).

Dijelaskan Jonnedi bahwa Desa Alai merupakan desa tertua yang sudah berusia 117 tahun dan sudah selayaknya dijadikan sebagai KBN.

"Desa yang terbentuk sejak tahun 1905 ini tentunya akan lebih baik jika dijadikan sebagai KBN," ucapnya.

Dia juga berharap dengan dijadikan Desa Alai sebagai KBN, pembangunan di desa tersebut bisa lebih baik terutama untuk turap yang sudah rusak akibat kikisan ombak dan jembatan pelabuhan yang sudah rusak.

"Jembatan itu merupakan wajah Desa Alai, cermin bagi kita ketika jembatan itu roboh Desa Alai tidak dapat dikunjungi oleh orang-orang yang datang untuk menuju pelabuhan dikarenakan jembatannya sudah rusak," ungkapnya.

Dijelaskan Jonnedi lagi bahwa, jembatan dengan panjang 105 meter itu merupakan kebanggaan Desa Alai sejak zaman dahulu karena merupakan tempat hilir mudiknya para nelayan atau bongkar muat masyarakat setempat.

"Tapi sekarang jembatan ini sudah rusak, mudah-mudahan kedepan dengan dijadikannya Desa Alai ini sebagai KBN maka Desa Alai ini akan lebih baik dari segi pembangunan maupun yang lainnya," harapnya.***