
PEKANBARU, GORIAU.COM - Deputi Menneg PPN/Kepala Bappenas Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam (SDA) Dr Ir Rr Endah Murniningtyas, MSc, mengatakan, Indonesia harus mampu mengembangkan seluruh komoditas pertanian untuk menguatkan perekonomian masyarakat.
"Selama ini ada kesan sektor pertanian hanya didominasi beberapa komoditas saja. Perusahaan perkebunan misalnya lebih tertarik pada kelapa sawit dan tebu. Hal ini terlihat dari tingginya pertumbuhan dua komoditas ini. Sementara komoditas lain pertumbuhannya stagnan," kata Endah, saat menjadi salah pemakalah dalam seminar bertema "Paradigma Agribisnis dalam Mewujudkan Pembangunan Pertanian 2045" yang digelar Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau (UIR) di Kampus UIR, Rabu (9/9/2015).
Konsentrasi pada komoditas tertentu ini menurut Endah memiliki sisi kelemahan, yaitu rentan terhadap krisis ekonomi."Kalau ekonomi mengandalkan komoditas tunggal, mudah terpukul begitu ada krisis. Jadi kita harus siapkan keberagaman komoditas untuk menghindari hal itu," ujarnya
Begitu juga dengan di Riau katanya, komoditas unggulannya hanya kelapa sawit. Endah menyarankan Riau harus mengembangkan komoditas lainnya agar tidak rentan dengan krisis ekonomi. "Provinsi Riau juga begitu, tidak mungkin bergantung komoditas sawit selamanya. Jadi juga harus mengembangkan komoditas pertanian yang lainnya," saran Ketua Pimpinan Pusat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) ini.
Dalam mengembangkan sektor pertanian, Endah mengingatkan jangan sampai mengorbankan lingkungan. Menurutnya ketersediaan lahan sangat terbatas, oleh karenanya lingkungan harus menjadi pembatas agar tidak terjadi pencemaran. "Masalah isu lingkungan harus menjadi pembatas di samping penegakan hukum dalam pengembangan sektor pertanian ini," tegasnya.
Sementara itu, menurut Rektor UIR Prof Dr Detri Karya, mengatakan, pengembangan sektor agribisnis tidak bisa hanya dipikirkan orang-orang disiplin ilmu pertanian saja, tapi harus dipikirkan bersama-sama, karena menyangkut aspek hukum, ekonomi dan sebagainya.
"Ini menyangkut masalah bersama, karena paradigma agribisnis ini saling berhubungan," kata Detri dalam sambutannya saat membuka seminar tersebut.
Dia berharap, melalui seminar ini, bisa ditemukan suatu solusi pemecahan dalam mengembangkan sektor pertanian."Apa yang diadakan hari ini, hendaknya dapat menjadi suatu model atau solusi pemecahan pencapaian paradigma agribisnis untuk mengangkat ekonomi masyarakat," harapnya.
Seminar digelar dalam rangka Dies Natalis ke-35 UIR. Bersamaan dengan kegiatan seminar tersebut, juga dilakukan pengukuhan kepengurusan Perhimpunan Ekonomi Pertanian (Perhepi) Cabang Riau periode 2015-2018. Musda Perhepi Cabang Riau Maret lalu memilih Djaimi Bakce sebagai Ketua Perhepi Cabang Riau.rls