BUKITTINGGI - Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) di Bukittinggi berhasil mengagalkan aksi demo yang akan dilaksanakan sekelompok anak muda di depan tugu Bung Hatta Bukittinggi, Sumbar, Kamis (10/1/2019) sore.

Ketua FPI Bukittinggi Khairul Azmi, mengatakan aksi itu mereka lakukan untuk memprotes penyitaan buku yang diduga berpaham komunis di Padang. "Tidak boleh ada aksi paham komunis di Bukittinggi. Ini bukan aksi yang dibolehkan, maka itu harus kita gagalkan. Kita harus menjaga Bukittinggi dari aksi tersebut," tegas Khairul Azmi.

Khairul Azmi menyebutkan, ormas Bukittinggi berhasil mengagalkan aksi yang akan dilakukan sekelompok pemuda yang mengaku sebagai mahasiswa tersebut.

"Mereka memprotes terkait buku yang disita oleh TNI di Padang yang berpaham komunis, yang mereka anggap melanggar HAM. Padahal itu memang dilarang," kata Khairul Azmi seperti dilansir dari Covesia.com.

Penggagalan aksi demo yang rencananya dilakukan oleh kurang lebih 10 orang itu berhasil menyita perhatian warga Bukittinggi dan sempat dilakukan aksi penahanan dua orang kelompok tersebut yang hampir diamuk warga.

Sementara itu, niniak mamak dan tokoh masyarakat Kurai Bukittinggi, Taslim pada kesempatan itu mengatakan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok anak muda yang mengaku sebagai mahasiswa.

"Bahkan ada yang mengaku sebagai datuak. Ia mengaku sebagai datuak, tapi tidak mencerminkan sebagai seorang yang disegani, malah tampilannya mencurigakan," ujarnya.

Taslim menambahkan, sebagai niniak mamak ia sangat tidak menyetujui adanya aksi yang membela paham komunis ini ada di Bukittinggi, karena paham itu bukan paham yang ada di Bukittinggi.

Selanjutnya dua orang yang berhasil diamankan itu dibawa ke Polres Bukittinggi guna memastikan keterkaitannya terhadap aksi demo membela paham komunis yang dilakukannya. (deb/don)