DURI, GORIAU.COM - Kemarau panjang akhirnya menimpa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Bengkalis cabang Duri. Akibatnya air baku yang pasok dari waduk PT Chevron Pasifik Indonesia (CPI) untuk PDAM hanya 40 liter per detik. Sehingga berpengaruh pada pendistribusian air bersih kepada pelanggan yang ada ditiga zona.

"Normalnya debit air baku yang diberikan CPI berkisar 70 hingga 80 liter per detik. Pengurangan pasokan debit air baku ini sejak hari ini," ungkap Kepala PDAM kabupaten Bengkalis cabang Duri, Irdan kepada GoRiau.com, Selasa (28/7/2015) sore.

Untuk mengantisipasi kebutuhan air bersih pelanggan PDAM, lanjut Irdan, akan merubah sistim jadwal bergilir yang sudah pernah dijalankan sebelumnya.

"Terpaksa pipa pendistribusian air ke pelanggan kita matikan satu, yang dipakai pipa 2,50 saja. Jadwal bergilir yang biasanya 2 hari hidup 1 hari mati, kita rubah menjadi 2 hari hidup 4 hari mati. Untuk sementara sistim kita rubah agar semua pelanggan bisa mendapatkan air walaupun berkurang dari biasanya," jelasnya.

Irdan berharap, kondisi ini tidak berlangsung lama demi kenyamanan pelayanan kepada pelanggan PDAM di Duri, khususnya daerah Sebanga. Ia menambahkan, jika hujan turun lebih sering dalam satu bulan kedepan, otomatis debit air akan normal kembali.

"Kita sudah mencoba konfirmasi ke pihak Chevron mengenai pengurangan debit air ini. Jawabannya memang debit air diwaduk Chevron jauh berkurang dari biasanya akibat musim kemarau," ujarnya.

PDAM kabupaten Bengkalis cabang Duri meminta maaf kepada pelanggan atas ketidak nyamanan yang terjadi belakangan ini. PDAM berharap pendistribusian air segera normal seperti sebelumnya.(ric)