
PEKANBARU, GORIAU.COM - Bina Bakat FC memastikan diri sebagai juara Grup I Divisi III PSSI wilayah Sumbagut. Namun siapa yang menyangka semua prestasi itu berawal dari lapangan 'becek' bahkan bisa dikatakan seperti berkubang ketika hujan turun.
"Kalau hujan turun, lapangan beceknya minta ampun, tapi anak-anak tetap datang dan semangat latihan," kata Pelatih Kepala Bina Bakat FC, Edri Marson sambil berbincang-bincang dengan GoRiau.com, Kamis (12/12/2013) di Pekanbaru.
Apa yang membuat pemain tetap semangat berlatih di Lapangan Sepakbola Dumai Langgeng, ternyata rasa kekeluargaan yang dilekatkan pada diri masing-masing. Manajemen dan jajaran pelatih tidak pernah menjanjikan sesuatu yang lebih kepada para pemain, namun motivasi dengan rasa kebersamaan tadi yang menjadikan hal itu terwujud.
"Anak-anak tahu kondisi tim, mulai dari terbentuk hingga sampai pada titik ini. Kami hanya diunggulkan dengan rasa kebersamaan tadi, tidak ada yang bisa kami janjikan secara lebih kepada mereka," ungkap Edri Marson.
Saat ini terdata sebanyak 25 pemain yang menempel di Bina Bakat FC. Seluruhnya bisa dikatakan peduli dan merasa berkeluarga dengan sesama. "Mereka semangat dengan tujuan yang baik, dan mereka merasa memiliki tim ini seperti keluarga sendiri," sambungnya.
Bina Bakat FC dipastikan keluar sebagai juara setelah menundukkan Persikota Sungai Penuh pada Selasa (11/12/2013) malam di Stadion Tuanku Tambusai, Kampar, Riau dengan skor 2-1. Sementara pesaing terberatnya, PS Kampar harus puas berada di peringkat kedua menyusul PS Dumai Jaya di posisi ketiga.(tri)