SELATPANJANG, GORIAU.COM - Tahun 2015, Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perikanan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp2.2 miliar. Dana ini diperuntukkan bagi pembangunan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) dan tempat pembenihan yang bisa memanipulasi suhu ruangan agar menjadi lebih panas (Hatchery).
Kepala DKP Kepulauan Meranti Askandar melalui Kabid Tangkap DKP Ishak, Selasa (3/2/2014) mengatakan bahwa DAKbidang perikanan dari Pemerintah Pusat itu akan digunakan untuk program pengembangan bibit ikan. Selain itu, kata Ishak pula, mengingat begitu banyaknya kebutuhan benih untuk pengembangan budidaya ikan ini, maka di Kepulauan Meranti juga harus dibangun pembenihan atau yang disebut dengan hatchery."Bantuan DAK sebesar Rp2.2 M dari Kementerian dan kelautan itu akan kita gunakan untuk pembangunan tempat pembenihan dan pembudidayaan ikan air payau dan air tawar yang di pusatkan di desa Gogok Darussalam Kecamatan Tebingtinggi Barat," kata Ishak.Dikatakan Ishak pula, BPBAP yang akan dibangun nanti nya bisa menjadi tempat pembenihan ikan terbesar di Riau,berdasarkan benih ikan yang dikembangkan terdiri dari banyak jenis yang melibatkan pendamping dan peneliti dari luar. Sedangkan untuk hatchery yang dibangun mencakup Balai Benih Ikan (BBI) air tawar dan unit pembenihan rakyat (UPR) untuk memproduksi ikan dan udang bagi budidaya air payau dan laut. Adapun benih ikan yang akan dikembangkan adalah jenis ikan kakap, kerapu, bandeng dan udang."Saat ini, usaha budidaya ikan air tawar dan air payau memiliki prospek cerah dan bernilai ekonomi tinggi apabila dikelola secara baik dan benar. Dengan demikian masyarakat berpeluang mendapatkan penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraannya," ujar Ishak pula.(zal)