
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Fenomena kenakalan remaja sepertinya semakin hari semakin konfleks saja, bahkan baru-baru ini di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah terjadi pertikaian antar pelajar yang menggunakan senjata tajam, hingga seorang pelajar lainnya yang ikut melakukan tindakan pemerkosaan kepada seorang wanita.
Tidak ingin kenakalan remaja terus bertambah di Negeri Seribu Parit ini, maka Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Kabupaten Inhil merencanakan dalam waktu dekat ini akan melakukan pendekatan terhadap anak-anak yang bermasalah tersebut.
''Dalam waktu dekat, kita akan melakukan pendekatan terhadap anak-anak yang bermasalah,'' kata Kepala BP3AKB Inhil, Djamillah kepada GoRiau.com, Kamis (6/11/2014).
Ditambahkan Djamillah, setiap kasus yang berkaitan dengan anak yang dilaporkan kepada pihaknya atau yang diketahui, akan segera ditangani sesuai kewenangan yang ada, melalui P2TP2A.
Ia juga mengatakan, untuk melakukan pendekatan kepada anak-anak tersebut, diperlukan trik yang kusus. Karena umumnya, anak-anak yang bermasalah cenderung tidak bisa menguasai emosional yang mereka miliki.
''Seharusnya, selain diajarkan menjadi anak yang cerdas dalam hal inteluktual, mereka juga harus diajarkan cara bagaimana mengontrol Emosional Quotient (EQ) atau kecerdasan emosional,'' ujarnya.
Untuk itulah, Djamillah mengajak kepada orangtua agar benar-benar memberi pengawasan ketat kepada anak masing-masing, karena tidak cukup pengawasan dari sekolah saja, pengawasan dari orangtua dikatakannya jauh lebih penting.
''Orangtua juga harus lebih peka, jika jam 9 malam anak belum pulang kerumah, orangtua seharusnya sudah khawatir. Jangan biarkan anak lepas tanpa pengawasan. Karena mereka-merekalah calon penerus bangsa ini,'' tutup Djamillah.(ayu)