PEKANBARU - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia Abhan, mengharapkan masyarakat dan seluruh pihak terkait dalam Pemilu 2018 menyadari pentingnya proses Coklit (pencocokan dan penelitian daftar pemilih), yang berlangsung sampai 18 Februari kedepan. Hal ini untuk mencegah terjadinya permasalahan krusial di daftar pemilih tetap (DPT), yang biasanya menyebabkan sengketa hasil suara dalam Pemilu.

Hal itu disampaikannya seusai acara 'Jelajah Pengawasan Coklit PPDP Pilkada 2018', Minggu, (11/2/2018), di lapangan depan Masjid Nurul Jannah, Jalan Cipta Karya, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Pekanbaru. Pihaknya berharap, seluruh warga negara yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, memastikan dirinya telah terdaftar dalam DPT selama Coklit berlangsung, sehingga tidak ada lagi pihak golput atau suara yang tidak terdata.

"Proses Coklit ini sudah berlangsung, dan sampai 18 Februari ini, harapan kami memang dalam Coklit nanti semua pemilih terpenuhi atau terdata semua. Saya kira ini adalah bagian dari hasil kerja sinergitas KPU dan Bawaslu dan tentunya partisipasi masyarakat untuk mencapai hasil 100 persen, jadi tidak ada lagi persoalan krusial di DPT dalam Pemilu kali ini," ujarnya.

Abhan menyatakan hal tersebut juga menjadi tujuan dari acara yang digelar ini. Jelajah pengawasan coklit merupakan tahapan paling bawah yang dilakukan KPU sehingga hasilnya harus optimal dan tanpa kesalahan, untuk mencegah kesalahan ditahap selanjutnya. Untuk itu, Panitia Pengawas Pemilu (PPL) terutama, harus memastikan Petugas Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP) bekerja sesuai prosedur dan aturan.

"Jelajah pengawasan coklit ini merupakan level paling bawah, dari masyarakat, kita harap dilakukan secara optimal dan tidak ada kesalahan. Maka dari itu, khususnya bagi PPL ini supaya memastikan PPDP melakukan pencoklitan secara sungguh-sungguh, memenuhi prosedur dan aturan yang berlaku," jelasnya.

Namun Abhan sendiri mengakui bahwa sesuai laporan dari KPU, menurutnya PPDP terlihat telah maksimal melakukan tugasnya, yang dilihat dari sudah banyaknya data pemilih yang terlapor. "Kalau melihat laporan dari KPU, PPDP sudah maksimal bekerjanya, artinya sampai hari ini sudah banyak persentasinya, namun sekali lagi saya katakan partisipasi masyarakat itu yang penting sehingga dapat bersinergi dengan usaha KPU dan Bawaslu ini,'' tandasnya. ***