
TELUKKUANTAN – Marmis, ahli waris almarhum Asmadi YS, warga Ujungtanjung, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau bersyukur menerima santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Mendiang Asmadi hanyalah seorang pekerja kebun sawit lepas, tanpa terikat kontrak kerja.
"Alhamdulillah, saya tak menyangka menerima santunan. Terima kasih, kepada Pak Bupati Kuansing yang telah memperjuangkan hak-hak almarhum," kata Marmis usai menerima santunan.
Asmadi terdaftar sebagai peserta BPU sejak Januari 2024 dan ia meninggal dunia pada 11 Februari 2024.
Santunan ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kuansing Suhardiman Amby yang diwakili Pj Sekda Kuansing dr Fahdiansyah, Jumat (19/7/2024) lalu di Kecamatan Benai.
Almarhum Asmadi merupakan satu dari 8.680 orang warga Kuansing lainnya yang mengikuti program perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan ekosistem perkebunan kelapa sawit.
Menurut Masnur Judin, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kuansing, program ini terselenggara berkat kerja sama Pemkab Kuansing dan BPJS Ketenagakerjaan. Anggarannya berasal dari dana bagi hasil (DBH) sawit.
"Sasarannya adalah pekerja kebun sawit yang bukan karyawan. Kan banyak di kampung kita, bekerja membersihkan kebun sawit tetangga, ini yang masuk kategori rentan dan perlu perlindungan," ujar Masnur kepada GoRiau.com, Rabu (24/7/2024) siang di Telukkuantan.
Program kerja sama Pemkab Kuansing dan BPJS Ketenagakerjaan berlangsung selama satu tahun. Para peserta berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kuansing.
"Pekerja sawit lepas ini didata oleh desa, kemudian diajukan ke Disnaker. Setelah itu, kita daftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan," kata Masnur.
"Para peserta tidak ada membayar premi, karena sudah ditanggung oleh Pemkab Kuansing," tambah Masnur.
Sejak program kegiatan ini berjalan, sudah dua orang peserta yang meninggal dunia. Satu orang lagi merupakan warga Kecamatan Singingi dan santunannya masih diproses.
"Ke depan, kita akan kumpulkan seluruh peserta BPU ini untuk penyerahan kartu. Kemaren belum sempat diserahkan, karena belum selesai dicetak," kata Masnur.***