SELATPANJANG, GORIAU.COM - Bupati Serdang Bedagai (Sergai), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Ir H Soekirman mengaku sempat tidak percaya di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, ada pengembangan tanaman sagu. Sebelumnya Soekirman berfikir pengembangan tanaman sagu hanya ada di Indonesia bagian timur.

Demikian disampaikan Soekirman, ketika ditemui di Selatpanjang, Rabu (4/12/2013) malam. Kepada wartawan, Soekirman beserta rombongan mengaku berkunjung ke Kepulauan Meranti untuk mempelajari pertanian selaras alam.

"Sagu di sini mengejutkan, kami tidak menyangka di Sumatera ada masyarakat yang mengembangkan tanaman sagu menjadi sumber kehidupan. Selama ini kami fikir hanya ada di Indonesia bagian timur," kata Soekirman kepada wartawan.

Diungkapkan Soekirman lagi, kenapa mereka menyebutkan ini sebagai pertanian selaras alam, karena tanaman sagu itu ditanam di habitatnya yaitu di lahan basah sementara orang sekarang berlomba-lomba untuk mengeringkan lahan yang basah supaya menjadi tanaman lahan kering seperti sawit.

Soekirman juga menambahkan di Serdang Bedagai memang ada tanaman sagu tapi tidak dikembangkan karena tidak dianggap sebagai tanaman ekonomis, untuk itu mereka mencari pola sebab di Serdang Bedagai saat ini masyarakat sedang giat mengeringkan lahan basah.

"Di sini meyakinkan kami, 1 tual sagu saja harganya Rp40 ribu, kalau di sana karena sedikit-sedikit jadi tidak laku," katanya lagi.

Dijelaskan pula, luas tanah Serdang Bedagai ada sekitar 190.000 Ha, dimana 100.00 Ha merupakan lahan perkebunan sawit, karet dan coklat, sedangkan untuk lahan basah yang bisa dimanfaatkan untuk tanaman sagu ada sekitar 5.000 sampai 10.000 Ha. Selain itu Sergai juga punya daerah pesisir sepanjang 55 KM, serta daerah rawa yang sering berair.

Atas ketertarikannya pada pengembangan tanaman sagu ini, Soekirman akan menjelaskan ke masyarakatnya akan keuntungan tanaman sagu, jika masyarakatnya setuju dan menerima tanaman itu, maka Soekirman akan mengirimkan masyarakat Sergai ke Kepulauan Meranti untuk belajar pengembangan tanaman sagu.

"Itukan kebun masyarakat bukan pemerintah, jadi saya akan menyampaikan ke masyarakat kami, kalau setuju akan kami kirim kemari untuk belajar," tutupnya.(zal)