
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, meminta kepada seluruh masyarakat Tionghoa yang akan merayakan Imlek bisa membatasi waktu dan juga area memainkan petasan. Hal tersebut dipandang perlu untuk menghindari gesekan antara masyarakat dan juga keselamatan bersama.
Demikian disampaikan Bupati Irwan saat memimpin rapat persiapan imlek 2014/2565, Kamis (30/1/2014), di Ruang Rapat Melati, Kantor Bupati, Jalan Dorak, Selatpanjang. Menurut Irwan, Ia selalu mendapat komplain dari masyarakat Selatpanjang terkait petasan.
"Harus ada pembatasan waktu dan zonasi untuk memainkan petasan, apalagi lewat jam 12 malam. Kita takut menganggu jam istirahat masyarakat yang lain, sehingga sangat rawan gesekan," kata Irwan.
Perayaan Imlek tahun ini, menurut Irwan, akan tetap berlangsung ramai seperti tahun-tahun sebelumnya. Oleh karena itu segela persaiapan yang diperlukan harus dibicarakan dengan terbuka sehingga semua rangkaian pelaksanaan Imlek dapat berjalan lancar.
"Mulai dari malam pertama, hingga malam puncak tanggal 4 malam. Ini harus kita ansipasi bersama. Saya minta semua siaga," tuturnya sambil meminta kepada PSMTI dan YSUB bisa mensosialisasikan himbauan Pemkab kepada masyarakat yang akan merayakan Imlek.
Tampak hadir dalam rapat tersebut, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Z Pandra Arsyad, Asisiten I, Nuriman Khair, Asisten II, Suhendri, Kepala Syahbandar, Usman YS, Kepala Pelindo, Syahrial, Pihak Imigrasi, sejumlah Kepala SKPD di Kepulauan Meranti, Perwakilan PLN, pihak Yayasan Sosial Umat Beragama Budha (YSUB) Meranti dan Pengurus Persatuan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Meranti.(zal)