PEKANBARU, GORIAU.COM - Penyataan Bupati Kampar Jefry Noer dengan tegas menolak bloking kanal pada rapat koordinasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla, red) yang dipimpin Plt Gubernur Riau, ditanggapi Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Riau Fadrizal Labay.

"Hak semua orang untuk menyampaikan pendapat. Bloking kanal inikan instruksi Pak Jokowi, bukan kebijakan Pemprov Riau," kata Fadrizal kepada GoRiau.com, Senin sore (19/10/2015) di Korem 031 Wirabima, Pekanbaru.

Menurut Fadrizal, setiap daerah memang memiliki kondisi lahan yang berbeda, maka dari itulah tujuan diadakan rapat koordinasi dan evaluasi. Dia mengatakan tidak akan mungkin pemerintah pusat dan provinsi mengambil keputusan sebelum adanya kesepakatan dengan pemerintah daerah.

"Bagaimana baiknya, mari kita rundingkan, itulah tujuan dari rapat koordinasi tersebut," jelas Fadrizal.

Sebelumnya, protes Bupati Kampar tersebut dibantah langsung oleh Asisten I Setdaprov Riau yang juga Penjabat (Pj) Bupati Bengkalis, Ahmadsyah Harrofie.

"Mungkin Pak Jefri salah paham terkait pembuatan kanal di lahan gambut ini. Pemerintah daerah tidak sedang membuat kanal yang mengakitkan lahan gambut kering, melainkan sekat kanal yang akan difungsikan untuk menghambat pengeringan air di lahan gambut," timpal Pj Bupati Bengkalis ini saat menghadiri rapat koordinasi di Kantor Gubernur Riau, Senin siang.(rat)