SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang digelar oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Datuk Laksemana Bengkalis. Kehadiran ratusan peserta pengabdian masyarakat ini diterima langsung oleh pimpinan daerah setempat untuk memastikan program berjalan aman dan berdampak positif bagi warga desa.

Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) Asmar menerima kunjungan silaturahmi sekaligus permohonan izin pelaksanaan KKN tersebut di kediamannya, Minggu (12/7/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah demi mendorong kemajuan wilayah kepulauan.

Sejumlah pejabat daerah turut mendampingi dalam pertemuan tersebut, di antaranya Asisten I Setda Kepulauan Meranti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, serta Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan. Sementara dari pihak kampus, hadir jajaran pembina serta dosen pendamping lapangan yang mengawal langsung jalannya program.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Wira Sugiarto menyampaikan bahwa tahun 2026 merupakan tahun ketiga kampus tersebut menempatkan mahasiswa KKN di Kabupaten Kepulauan Meranti. Langkah ini menjadi wujud nyata dari keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin erat dengan pemerintah daerah.

Pengabdian masyarakat ini dijadwalkan berlangsung selama 40 hari yang tersebar di lima wilayah, yakni Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Rangsang, Rangsang Pesisir, Merbau, dan Pulau Merbau. Distribusi peserta telah diatur sedemikian rupa agar proses adaptasi dan pelaksanaan program di lapangan berjalan efektif sejak awal kedatangan.

"Untuk wilayah Tebing Tinggi Timur, Rangsang, dan Rangsang Pesisir, mahasiswa sudah berada di Selatpanjang. Sementara peserta yang ditempatkan di Merbau dan Pulau Merbau telah langsung menuju lokasi masing-masing," ujar Wira.

Secara keseluruhan, terdapat 450 mahasiswa yang diterjunkan pada lima kecamatan tersebut, dengan komposisi 118 mahasiswa laki-laki dan 332 mahasiswa perempuan. Rincian sebarannya meliputi Kecamatan Rangsang Pesisir sebanyak 135 orang, Kecamatan Rangsang 101 orang, dan Kecamatan Tebing Tinggi Timur menerima 81 orang, sementara sisanya tersebar di dua kecamatan lain.

Pihak kampus mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, terutama dalam memfasilitasi sarana transportasi logistik dan pergerakan mahasiswa, baik saat pemberangkatan menuju lokasi desa maupun penjemputan kembali setelah masa pengabdian selesai.

Prioritas Keselamatan dan Kolaborasi Desa

Merespons permohonan tersebut, pemerintah daerah menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi segala kebutuhan logistik demi kelancaran kegiatan. Dinas Perhubungan dan para camat di wilayah tujuan diinstruksikan untuk berkoordinasi aktif dalam membantu mobilisasi para peserta KKN.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap aspek keamanan, ketertiban, dan pemantauan kondisi sosial di lokasi penempatan. Pengawasan yang humanis diharapkan dapat menjaga kenyamanan mahasiswa sekaligus keharmonisan hubungan dengan masyarakat lokal.

"Saya minta para camat membantu pembina dan mahasiswa agar seluruh kegiatan berjalan lancar. Pantau kondisi mereka dengan baik. Jika ada yang perlu diingatkan, silakan ditegur dengan cara yang baik demi menjaga nama baik kampus maupun daerah," tegas Asmar.

Sektor kesehatan tidak luput dari atensi jajaran pemerintah. Aparat kecamatan, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), serta unsur TNI dan Polri diminta bersinergi dalam memantau pemukiman mahasiswa serta memberikan pelayanan medis yang responsif jika diperlukan.

"Kalau ada mahasiswa yang sakit atau membutuhkan bantuan, segera ditangani. Koordinasikan dengan puskesmas dan pemerintah kecamatan. Keselamatan dan kesehatan mereka harus menjadi prioritas," katanya.

Kehadiran kaum intelektual muda ini diharapkan mampu membawa perubahan positif melalui inovasi sosial, peningkatan mutu pendidikan, dan penguatan administrasi maupun pemberdayaan potensi yang ada di setiap desa.

"Manfaatkan kesempatan ini untuk belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat. Bangun komunikasi yang baik dengan warga, ikut bergotong royong, membantu sekolah, dan berikan kontribusi positif sesuai kemampuan masing-masing," tambahnya.

Etika kemasyarakatan dan tata krama lokal juga menjadi poin penting yang ditekankan untuk selalu dijaga. Manajemen penempatan tempat tinggal antara mahasiswa laki-laki dan perempuan wajib dipisah secara jelas demi memastikan kenyamanan, keamanan, dan kepatuhan terhadap norma yang berlaku.

Rangkaian agenda ini akan dilanjutkan dengan pengarahan resmi serta pelepasan simbolis oleh pimpinan daerah sebelum seluruh peserta KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis bertolak menuju desa penempatan masing-masing. ***