
DURI, GORIAU.COM - Komplek perumahan Chevron di Duri tampaknya menjadi perlindungan terakhir bagi beberapa satwa langka yang kini mulai ''terdesak'' oleh perambahan dan pembukaan lahan secara besar-besaran, baik untuk perkebunan maupun keperluan lain.
Besar kemungkinan, disukainya komplek Chevron Duri oleh hewan langka karena lokasinya yang masih terpelihara dan terawat dengan baik. Bukan hanya nyaman untuk gajah, harimau, ular, monyet dan lain-lain, komplek perumahan Chevron juga diisukai oleh tapir, hewan yang juga mulaii langka di daerah Riau.
''Kami juga seriing melihat tapir melintasi perumahan beberapa waktu terakhir,'' ujar Fita, warga komplek Chevron Duri kepada awak mediia, Senin (9/2/2015).
Dikatakan, tapir yang ada di daerah itu, sering melintasi komplek Talang dan Krakatau.
''Kami masyarakat di komplek ini sudah sejak lama hidup berdampingan dengan binatang liar tanpa ada salah satu dari kami yang merasa disakiti. Terakhir, warga juga sering melihat tapir, ternyata di komplek ini juga ada tapir,'' kata Fita sambil menujukkan foto tapir yang sedang melintas di Komplek Talang.
Sementara itu, Kepala Resort Balairaja, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Amson mengatakan, populasi tapir di kantong Balairaja tidak banyak. Pantauan terakhir tim juga menemua separang tapir dewasa di Duri, tepatnya di komplek Chevron.
''Namun yang jantannya sudah ditemukan warga mati akibat jeratan babi. Ada kemungkin anak tapir bersama induk tapir yang dilihat warga itu salah satu keturunan tapir yang tewas tersebut,'' kata Amson menjelaskan. ***