
PEKANBARU – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan positif. Sejumlah titik api berhasil dipadamkan dan saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau bersama tim gabungan tengah fokus melakukan pendinginan di wilayah yang sebelumnya terbakar untuk mencegah api kembali muncul.
Kepala Pelaksana BPBD Riau, M Edy Afrizal katakan bahwa Kamis kemarin (31/7/2025), dua titik api telah berhasil dipadamkan, masing-masing di Kabupaten Siak dan Kampar. Selain itu, proses pendinginan terus dilakukan di sedikitnya 13 titik yang tersebar di Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.
“Tim di lapangan terus melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Titik-titik yang sudah padam pun tetap kami awasi agar tidak muncul kembali,” kata ujarnya kepada GoRiau.com saat dihubungi, Jumat (1/8/2025).
Pendinginan ini melibatkan gabungan satuan tugas darat serta perkuatan udara. Satgas Udara BNPB dan mitra menggunakan enam helikopter water bombing dan satu pesawat penyemai garam untuk mendukung penanganan dari udara. Ratusan sorti telah dilakukan, menjatuhkan lebih dari 1,3 juta liter air ke lokasi-lokasi kebakaran, khususnya di wilayah Rokan Hilir, Siak, dan Meranti.
“Kami tidak hanya memadamkan, tapi juga memastikan lokasi benar-benar aman dari potensi kebakaran susulan. Pendinginan menjadi kunci dalam fase ini,” ujar Edy.
Selain itu, BPBD juga mencatat penambahan luas lahan terbakar di beberapa wilayah per kamis lalu. Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami peningkatan signifikan seluas 30 hektar, diikuti oleh Indragiri Hulu (9 ha), Pelalawan (5 ha), Indragiri Hilir (5 ha), Siak (3,09 ha), Bengkalis (3 ha), dan Kampar (3 ha). Adapun Rokan Hulu, Dumai, Pekanbaru, dan Kuantan Singingi tidak melaporkan adanya penambahan luasan lahan terbakar. ***