
PEKANBARU - Kemunculan titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera masih terpantau aktif berdasarkan pembaruan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (22/7/2026). Sebanyak 151 titik terdeteksi di berbagai provinsi, dengan 14 titik diantaranya berada di wilayah Provinsi Riau.
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Deby C memaparkan, sebaran titik panas di Riau jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lain di Sumatera. Provinsi Bangka Belitung menempati urutan tertinggi dengan 41 titik, disusul Aceh sebanyak 35 titik, dan Sumatera Selatan dengan 33 titik panas.
"Sebaran hotspot di Riau masih didominasi Kabupaten Bengkalis dengan 11 titik, sedangkan masing-masing satu titik terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Siak, dan Kota Dumai," paparnya merinci hasil pemantauan hingga pukul 23.00 WIB.
Keberadaan belasan titik panas ini beriringan dengan kondisi cuaca Riau yang secara umum diprakirakan berawan hingga udara kabur. Namun, BMKG memprediksi sejumlah wilayah yang menjadi lokasi kemunculan titik api, seperti Bengkalis dan Dumai, memiliki peluang diguyur hujan ringan hingga sedang sejak pagi hari.
Selain curah hujan, indikator cuaca lainnya juga menunjukkan tingkat kelembapan udara di Riau tercatat cukup tinggi, yakni berada pada rentang 60 hingga 100 persen. Sementara itu, suhu udara harian berkisar antara 23 sampai 32 derajat Celsius.
Untuk pergerakan angin, BMKG mencatat hembusan angin datang dari arah tenggara menuju barat daya. Kecepatan angin di seluruh wilayah Riau saat ini berada di angka 10 hingga 30 kilometer per jam. ***