
BENGKALIS, GORIAU.COM - Keseriusan membangun proyek air bersih di Duri yang akan digarap PT Bumi Laksamana Jaya bekerjasama dengan Watertech Pte Ltd Singapore mulai terlihat dari upaya yang sedang dilakukan. BLJ dan Watertech sudah melakukan survei di enam lokasi sumber air bersih di Duri, 1-2 Oktober lalu. Sumber air bersih yang disurvei diantaranya Sungai Sekapas, Sungai Rangau, Sungai Jurong, Sungai Mandau, instalasi pengolahan air (IPA) PDAM Duri dan Waduk IPA 125 Chevron.
''Tim BLJ-Watertech serta PDAM Duri telah melakukan survei untuk sumber air bersih dua hari lalu di Duri, terkait rencana BLJ-Watertech untuk membangun proyek air bersih untuk dipasok ke PDAM Duri nanti. Setelah hasil survei tim dan kualitas air keluar, baru kita tentukan sungai yang mana nanti yang akan kita gunakan," kata Kabag Pengembangan Bisnis PT BLJ, Wandi Nur Ikhsan didampingi Kabag Humas & CSR PT BLJ, Haspian Tehe usai pulang dari lapangan, Jumat (5/10/2012).
Dari Watertech Singapore ikut survei diantaranya Tan Chee Meng, Lee Tok Eng dan Wong Kim Yuan. Sedangkan dari PDAM Duri hadir Kepala Cabang IPA PDAM Duri Sukrasna dan staf lainnya.
Dijelaskan Wandi, proyek sumber air bersih ini tahap awal produksinya sekitar 10.000 meterkubik per hari dengan biaya investasi sekitar Rp100 miliar.
''Kita tidak menggunakan dana APBD. PT BLJ 100 persen tidak menggunakan dana Pemda, tetapi investasi seluruhnya ditanggung oleh investor luar negeri. Nanti bila proyek ini selesai, airnya akan dipasok ke PDAM Duri yang dapat mengurangi krisis air bersih di daerah ini dalam jangka panjang. Kita mohon dukungan semua pihak,'' terang Wandi.
Survei ini menindaklanjuti ekspose dan pertemuan PT BLJ-Watertech dan Pemkab Bengkalis yang dipimpin Kepala Bappeda Jondi Indra Bustian di Gedung Sri Mahkota Bengkalis, Rabu (19/9/2012).
Dijelaskan Wandi lagi, survei ini juga untuk melihat langsung alternatif sumber bahan baku air yang akan digunakan nanti, mengingat kondisi yang ada sekarang bahan baku air tidak mencukupi untuk PDAM Duri.
Kepala Cabang IPA PDAM Duri Sukrasna, mengatakan, PDAM Duri masih sangat bergantung dengan bahan baku air dari reservoir milik PT Chevron. Chevron sendiri juga masih kekurangan air baku, yang saat ini masih diambil dari Sungai Rangau. Air Sungai Rangau ini kualitas airnya masih kurang terlebih lagi saat musim kemarau. (jfk)