JAKARTA - Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan Purwanto, memastikan bahwa daftar puluhan orang yang "dimonitor" oleh negara adalah berita bohong alias Hoax.

"Hoax," ujar Wawan kepada GoNews Grup, Sabtu (18/05/2019).

Sebelumnya, Jumat (17/05/2019), beredar secara daring tulisan berjudul 'Instruksi Dirjen Imgrisai cc BIN' yang memuat perintah, "Nama-nama di bawah ini harus dimonitor jika melintas. Arahannya cek dengan baik saat melintas di sistem jika ada tanda lakukan sesuai SOP, jika tidak cukup dimonitor saja dan infokan ke saya,".

Daftar itu berisi total 29 nama target, lengkap dengan data tempat tanggal lahir (TTL) dan asal organisasi target tersebut. FPI, HTI, PA 212, BPN 02, GISS dan DSKS adalah organisasi yang disebut dalam daftar.

Ads
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera, yang menjadi satu dari 29 nama target 'monitoring' itu mengatakan, "info seperti ini bisa benar bisa juga rumor. Saya cukup menjadi warga negara yang baik dan taat hukum. Sudah cukup,".

"Dan (saya) tetap yakin negeri ini punya kebebasan berekspresi, dan saya selalu berusaha menjadi warga negara yang berani mempertahankan hak-hak publik dan hak-hak sipil warga negara. Dan akan tetap vokal," kata Mardani kepada Wartawan, Sabtu (18/05/2019).***