PEKANBARU - Pembangunan dua jembatan layang atau fly over yakni, Simpang Pasar Pagi Arengka dan Simpang Mal SKA merupakan salah satu solusi kemacetan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau, Dadang Eko Purwanto mengatakan, bahwa fly over Simpang Pasar Pagi Arengka diperlukan karena meningkatnya arus lalu lintas pada persimpangan Pasar Pagi Arengka, terutama dari Jalan Soekarno Hatta menuju jalan HR Soebrantas.

"Ini untuk mengatasi peningkatan arus lalu lintas yang ditunjang dengan pertumbuhan komplek perumahan dan area pertokoan disekitar daerah pasar pagi Arengka," kata Dadang di Pekanbaru, Kamis (14/2/2019).

Makanya, Pemprov Riau kemudian membangun Jembatan Layang Simpang Pasar Pagi Arengka ini, dengan panjang 401,36 meter, bentang utama 115 meter, oprit 286,36 meter (Abt 1 dan 2), lebar jembatan 9 meter. Dengan jenis konstruksi Steel Box Girder (Bentang Utama) Perkerasan Mortar Busa (Oprit).

Lanjut Dadang, masa pelaksanaan pembangunan jembatan layang ini selama 285 hari kalender dimulai tanggal 16 Maret 2018.

"Lalu ada penambahan waktu 37 hari kalender sehingga selesai tanggal 31 Januari 2019 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 78.384.222.000, dari sumber dana APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2018," terangnya.

Sedangkan, pembangunan jembatan layang Simpang Mal SKA, memiliki panjang 700 meter dengan bentang utama 82,5 meter, Oprit 308,75 meter, lebar jembatan layang 18 meter. Dengan jenis konstruksi U Girder bentang utama Mortar Busa (Oprit).

Yang mana, masa pelaksanaan pembangunan Jembatan Layang Simpang SKA adalah 285 hari kalender dimulai tanggal 12 Maret 2018 dan penambahan waktu 60 hari kalender.

"Sehingga selesai dikerjakan pada tanggal 19 Februari 2019. Nilai kontraknya sebesar R 159.255.854.000,00 dengan sumber dana APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2018," tuturnya.

Untuk tambahan informasi, kedua proyek ini akan diresmikan bersamaan Jembatan Siak IV Pekanbaru pada Kamis (14/2/2019) pagi ini.

Yang mana, ketiga proyek ini akan diresmikan secara langsung oleh Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim didampingi mantan Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Sebab, dua fly over tersebut dibangun di era kepemimpinan Gubri Andi Rachman, termasuk juga tahun di masa mulai penyelesaian pembangunan Jembatan Siak IV.***